Tatap 2027, Kades Bendilwungu Tulungagung Tekankan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan dan Digitalisasi

14 Januari 2026 18:10 14 Jan 2026 18:10

Thumbnail Tatap 2027, Kades Bendilwungu Tulungagung Tekankan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan dan Digitalisasi

Saat kegiatan Musrenbangdes yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, 13 Januari 2026. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana di Ruang Rapat Kantor Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol tampak berbeda pada Selasa 13 Januari 2026.

Riuh rendah diskusi warga menyatu dengan optimisme yang dibawa oleh Pemerintah Desa Bendilwungu dalam gelaran Musrenbangdes untuk perencanaan tahun 2027.

Di tengah forum tersebut, Kepala Desa Bendilwungu Mohamad Sholeh memberikan pernyataan tegas mengenai arah masa depan desa yang ia pimpin.

Dalam sambutannya, Kades Bendilwungu Mohamad Sholeh menegaskan bahwa Musrenbangdes tahun ini bukan sekadar rutinitas birokrasi atau "gugur kewajiban" administratif.

Ia memandang forum ini sebagai fondasi utama untuk menjawab tantangan ekonomi pada tahun 2027 nanti.

"Musrenbangdes ini hanya jadi acara catat-mencatat keinginan, tapi harus menjadi skala prioritas kebutuhan pada Tahun 2027," ujar Sholeh akrab sapaan Kades Bendilwungu tersebut.

Lebih lanjut Kades tidak hanya mendengar Suara dari "Bawah". Kades juga memberikan apresiasi tinggi atas tingginya atas partisipasi warga yang hadir pada acara tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif adalah kunci agar pembangunan tidak salah sasaran.

"Setiap rupiah dari dana desa adalah amanah. Jika warga ingin perbaikan dalam hal pembangunan untuk desa sampaikan sekarang. Saya ingin di 2027 nanti, tidak ada lagi warga yang merasa ditinggalkan oleh pembangunan dan saya berpesan utamakan usulan prioritas dulu," tambahnya penuh semangat.

Sesuai anggaran Dana Desa yang di terima Pemerintah Desa Bendilwungu sebesar 314 juta, Tatag Iswara, S.E.,M.E Selaku Sekertaris Camat (Sekcam) yang baru dilantik beberapa minggu yang lalu mengimbau, berapapun anggaran yang diterima belum maksimalkan, diharapkan semua usulan prioritas bisa dimaksimalkan.

"Untuk Dana Desa Bendilwungu yang sudah diterbitkan sebesar 315 juta, dan anggaran sebesar ini nantinya akan dipergunakan dalam rencana pembangunan desa ke depan, tentunya terkait dengan perencanaan pembangunan di 2027, sesuai mengacunya yang di 2026," ucap Tatag.

Masih menurutnya, seluruh alokasi dana desa tahun ini akan diprioritaskan pada sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin setiap rupiah yang ada di APBDes benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, mulai dari infrastruktur hingga program ketahanan pangan," ujarnya.

Dalam Musrenbangdes Bendilwungu, Sekretaris Desa Dina Kusuma Wardani, S.H di hadapan forum mengatakan, Musrenbangdes ini intinya terfokus pada usulan prioritas.

"Kegiatan malam ini unjuk menjaring 2 usulan, yakni sebagai dasar dari RKPdes dan yang dibawa ke Kabupaten," kata Dina.

"Nah usulan untuk RKPdes ini banyak sekali karena per lembaga saya memberikan kesempatan untuk melakukan pengusulan, sedangkan usulan yang di bawa ke kabupaten itu 3 usulan, sementara kesepakatan tadi malam masih 1 usulan terkait normalisasi sungai Sentul, 2 usulan masih belum ada kesepakatan," tuturnya.

"Harapannya dengan kegiatan ini bisa mengakomodir, menjaring dan merealisasikan usulan-usulan dari warga, terutama yang prioritas dan semoga dengan anggaran yang minimalis ini diharapakan bisa memaksimalkan semua program yang ada." tutupnya. 

Optimisme terpancar dari wajah puluhan masyarakat desa Bendilwungu yang hadir, semoga membawa harapan baru bahwa tahun 2027 akan menjadi tahun tahun yang di harapkan warga.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sumbergempol yang di wakili oleh Sekcam Tatag Iswara, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Bendilwungu Muhamad Sholeh beserta perangkat, Ketua BPD, ketua LPM, Pendamping desa, unsur perempuan, Pemuda, Ketua RT/RW , tokoh masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

#musrenbangdes #kecamatansumbergempol #pemdesbendilwungu