Hati-hati! Ini 2 Hal yang Bisa Menghilangkan Pahala Puasa Menurut Ustadz Adi Hidayat

2 Maret 2026 02:00 2 Mar 2026 02:00

Thumbnail Hati-hati! Ini 2 Hal yang Bisa Menghilangkan Pahala Puasa Menurut Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat. (Foto: Tangkap Layar YouTube/Adi Hidayat Official)

KETIK, JAKARTA – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ada hal-hal yang secara langsung membatalkan puasa, dan ada pula yang tidak membatalkan, tetapi dapat merusak bahkan mengurangi pahala. Hal ini dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah kajian yang tayang di kanal YouTube 3S Channel.

Dalam penjelasannya, Ustadz Adi Hidayat membagi dua jenis perkara yang dapat memengaruhi kualitas puasa seseorang. Pertama, hal-hal yang secara langsung membatalkan puasa atau menggugurkan nilai puasanya.

“Pertama-tama, segala hal yang membatalkan puasa langsung batal. Makan batal, sengaja minum batal, berhubungan suami istri di siang hari batal. Wudhu misalnya, tapi kumur-kumurnya pakai sirup, batal,” ujarnya.

Perkara-perkara tersebut jelas disebutkan dalam fikih sebagai pembatal puasa. Jika dilakukan dengan sengaja dan dalam keadaan sadar, maka puasa seseorang dinyatakan tidak sah dan wajib menggantinya di hari lain.

Namun, ada jenis kedua yang kerap luput dari perhatian. Perkara ini tidak membatalkan puasa secara hukum, tetapi dapat merusak atau mengurangi pahala puasa. Ustadz Adi Hidayat mengutip hadis dalam Kitabush Shiyam, riwayat Al-Bukhari, tentang adab orang yang berpuasa.

“Nabi SAW mengatakan, jangan berkata-kata kotor. Puasa itu perisai dari hal-hal yang tidak baik. Maka jika ada orang yang berpuasa, jangan berkata-kata kotor dan jangan berbuat yang tidak pantas,” lanjutnya.

Artinya, meskipun secara fikih puasa tetap sah, perilaku buruk seperti mencela, bertengkar, berkata kasar, atau memancing perselisihan dapat mengurangi nilai pahala puasa. Bahkan, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.

Puasa sejatinya melatih pengendalian diri, baik secara fisik maupun lisan dan perilaku. Menahan makan dan minum saja tidak cukup.

Umat Islam perlu menjaga ucapan, sikap, dan emosi agar pahala puasa tetap utuh. Jangan sampai ibadah yang seharusnya menjadi perisai justru kehilangan nilainya karena kelalaian dalam menjaga akhlak. (*)

Tombol Google News

Tags:

uah Ustadz Adi Hidayat Ramadan puasa pahala membatalkan #membatalkan puasa 2 hal