Menu MBG Tak Sama, Kadinkes Tulungagung Jelaskan Perbedaan untuk Siswa dan Bumil

24 Februari 2026 22:35 24 Feb 2026 22:35

Thumbnail Menu MBG Tak Sama, Kadinkes Tulungagung Jelaskan Perbedaan untuk Siswa dan Bumil

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Desi Lusiana Wardhani, S.KM., M.Kes, saat memberikan materi kepada peserta sosialisasi MBG. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Desi Lusiana Wardhani, menjelaskan bahwa komponen dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Hal itu disampaikan saat kegiatan sosialisasi Program MBG yang digelar Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja di GOR Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Selasa, 24 Februari 2026 sore.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta dari Desa Pojok, Sawo, Tanggung, dan Ngentrong.

Desi menyebut, komposisi menu antara anak PAUD, SD, SMP, SMA hingga ibu hamil tentu berbeda, baik dari sisi protein maupun kebutuhan kalori.

“Saya menyampaikan perbedaan MBG yang diterima oleh penerima manfaat memang tidak sama, seperti yang diterima anak PAUD, SD, SMP, SMA memang tidak sama dari komposisi menunya, proteinnya berapa, kalorinya berapa,” ujarnya usai acara.

“Untuk ibu hamil, tentunya komponennya tidak sama yang diterima oleh anak SMA karena kebutuhannya yang di dalam tubuhnya berbeda,” lanjutnya.

Ia menambahkan, prinsip utama dalam program MBG adalah memastikan makanan yang diberikan memenuhi unsur gizi seimbang sesuai standar kesehatan.

Terkait kolaborasi, Desi mengatakan Dinas Kesehatan berperan sebagai satuan tugas MBG tingkat kabupaten dan sejauh ini sinergi berjalan baik.

Dalam pelaksanaan di SPPG, Dinas Kesehatan memiliki tiga tugas penting, yakni memberikan pelayanan cek kesehatan gratis bagi karyawan, melakukan pemeriksaan air, serta pelatihan bagi penjamah makanan.

Secara fungsional, Dinkes juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemberian makanan, termasuk di SPPG, serta memberikan edukasi melalui UKS di sekolah-sekolah.

“Harapan kami dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat membangun optimisme publik bahwa Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai NasDem, Nurhadi, menyampaikan bahwa program MBG bukan sekadar pemberian makan siang, melainkan bagian dari strategi memutus rantai stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap porsi yang sampai ke tangan anak-anak kita memenuhi standar kecukupan gizi yang telah ditetapkan. Kolaborasi dengan mitra kerja adalah kunci agar implementasi di lapangan berjalan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga menyebut program ini berpotensi berdampak positif bagi petani dan pelaku UMKM di Tulungagung karena kebutuhan bahan pangan dapat diserap dari produk lokal.

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional dari KPPG Surabaya, Ainun Marifah, mengatakan program MBG bertujuan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung kecerdasan dan pertumbuhan fisik generasi muda.

“Langkah ini diambil untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai standar nutrisi dan mekanisme distribusi yang akan diterapkan,” ujarnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sosialisasi MBG BGN SPPG #dinaskesehatantulungagung #dprri #dprdtulungagung #panglimanurhadi