Dua Desa di Pacitan Disiapkan untuk Proyek PLTA Pumped Storage 1000 MW

24 Februari 2026 17:11 24 Feb 2026 17:11

Thumbnail Dua Desa di Pacitan Disiapkan untuk Proyek PLTA Pumped Storage 1000 MW

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menerima paparan jajaran PLN terkait rencana pembangunan PLTA Pumped Storage di Desa Ketro dan Desa Pucangombo, Selasa, 24 Februari 2026. (Foto: Prokopim Pacitan)

KETIK, PACITAN – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage berkapasitas 1000 megawatt (MW) direncanakan dibangun di Kabupaten Pacitan, tepatnya di dua desa, yakni Desa Ketro, Kecamatan Tulakan dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.

Rencana tersebut disampaikan jajaran PT PLN Persero saat bertemu Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji di ruang rapat bupati, Selasa, 24 Februari 2026.

Manajer PLN UPP JBTB I Yogyakarta Wahyu Kurniawan menjelaskan, proyek PLTA Pumped Storage Grindulu masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan.

“PLN berharap proyek ini dapat menjadi proyek strategis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kelistrikan nasional tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Kabupaten Pacitan,” ujarnya.

Menurut Wahyu, kapasitas 1000 MW tersebut menjadikan PLTA Pumped Storage Grindulu berpotensi sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. 

Saat ini PLN tengah menyiapkan studi kelayakan di dua desa tersebut sebagai tahapan awal sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Proyek ini akan memanfaatkan sistem dua waduk, yakni waduk atas dan waduk bawah, yang dihubungkan melalui terowongan air dan turbin pompa. 

Sistem tersebut memungkinkan penyimpanan energi dalam skala besar untuk menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut baik rencana pembangunan di dua desa tersebut. 

Ia menilai proyek ini menjadi peluang strategis bagi daerah, meski membutuhkan kesiapan dan dukungan berbagai pihak.

Jika terealisasi, pembangunan PLTA Pumped Storage di Desa Ketro dan Desa Pucangombo diharapkan tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan nasional, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini tantangan, akan tetapi bukan berarti tidak bisa dan saya meyakini ada keuntungan lain karena ini adalah program baru. Saya berdoa semoga nanti jadi dan kita akan menjadi percontohan di Indonesia,” kata Bupati. (*)

Tombol Google News

Tags:

PLTA Pumped Storage PLN Desa Ketro Desa Pucangombo pacitan Energi Terbarukan RUPTL 2025-2034