KETIK, SURABAYA – Buntut 42.804 Kartu Keluarga (KK) warga Kota Surabaya terblokir, direspon Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) Baihaki Akbar. Ia miris melihat keresahan dan kegaduhan warga kota yang diduga bersumber dari kebijakan asal-asalan Dispendukcapil Surabaya
Menurut Baihaki, Dispendukcapil kota Surabaya mengeluarkan kebijakan yang dinilai kurang bermanfaat bagi warga kota Surabaya dan hanya berpotensi membuat keresahan dan kegaduhan warga kota Surabaya.
"Maka dengan ini Aliansi Madura Indonesia (AMI) meminta kepada Pimpinan Dispendukcapil Kota Surabaya untuk menarik kembali kebijakan tersebut demi menjaga kondusifitas kota Surabaya menjelang Pilwalkot Surabaya," tegasnya pada Rabu, (3/7/2024).
Kalau kebijakan tersebut tidak ditarik kembali maka dengan AMI meminta seluruh pimpinan Dispendukcapil kota Surabaya segera mengundurkan diri saja dari pada hanya membuat keresahan dan kegaduhan.
Menurut Baihaki, salah satu contoh Keresahan tersebut yang dialami oleh Wahyu Hestiningdiah, warga Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, kaget karena secara tiba-tiba mendapat pemberitahuan KK-nya masuk daftar blokir.
“Ketua Kelompok Dasawisma Ngagel Rejo ngeshare file excel, isinya daftar warga Ngagel Tirto 3 yang diblokir KK-nya. Salah satunya keluargaku,” kata Wahyu.
Wahyu pun bingung karena kedua orangtuanya sudah tinggal di rumah tersebut sejak menikah, sekitar tahun 1980 silam. Selain itu, dia dan keluarga tidak pernah pindah tempat.
“Dari saya lahir sampai sekarang, kami enggak pernah pindah sampai sekarang. Karena itu rumah tetap, bukan kos atau kontrak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengonfirmasikan terkait pemblokiran KK tersebut ke kantor Kelurahan Ngagel Rejo. Ternyata, dia menemukan sejumlah warga lainnya yang mengeluhkan hal serupa.
“(Saat dikonfirmasi) pihak kelurahan malah ngomong begini, ‘kalau diblokir berarti ibu enggak pernah nempati rumah ini’," ucapnya.
"(Ibu) saya itu dari menikah sampai sekarang, anaknya dari bayi sampai sekarang semuanya itu tinggal di Ngagel. Lalu dia (petugas) ngomong ‘lho ibu jangan bohong, nanti ibu disurvei lho ke rumah," pungkasnya. (*)
Aliansi Madura Minta Pimpinan Dispendukcapil Surabaya Mundur Buntut Ribuan KK Warga Diblokir
3 Juli 2024 11:00 3 Jul 2024 11:00
Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) Baihaki Akbar. (Foto: Tim AMI)
Trend Terkini
14 Januari 2026 06:04
Ketua PHRI Malang: Kayutangan Heritage Picu Tamu Hotel Menginap Lebih Lama
12 Januari 2026 15:03
Alsintan Combine Harvester Bantuan di Jombang Hilang, DPRD Minta Pemda Pastikan Alat Kembali ke Petani
12 Januari 2026 15:31
Sampah Menumpuk di RSUD Mardi Waluyo Blitar, Keluarga Pasien Resah
11 Januari 2026 16:28
Pertama! Spesial Gurami Rumah Makan Jemani Hadir di Kota Madiun, Ini Lokasinya!
11 Januari 2026 07:30
DPUPR Lebak Pastikan Perbaikan Jalan Maulana Yusuf–Terminal Aweh Dilaksanakan Tahun 2026
Tags:
KK Surabaya terblokir AMI Aliansi Madura Indonesia Baihaki Akbar Warga SurabayaBaca Juga:
2 Warga Surabaya Tewas Digulung Ombak Pantai Modangan Malang, 1 Masih HilangBaca Juga:
Warga Apartemen Bale Hinggil Datangi DPRKPP Surabaya, Tuntut Keadilan setelah Hidup Tanpa Listrik dan Air Sejak AprilBaca Juga:
Dramatis! Begini Kisah Intan Selamat dari Kepungan Demo Surabaya Berkat Wali Kota Eri CahyadiBaca Juga:
Sediakan 19 Bahan Pokok, Koperasi Merah Putih Surabaya Diluncurkan September 2025Baca Juga:
Aliansi Madura Indonesia Desak Transparansi Pengadaan iPad DPRD Surabaya 2014–2019Berita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
