KETIK, PEKALONGAN – Proyek pembangunan talud di Desa Tegalsuruh, RT 02 dan RT 03 RW 02, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik.
Talud yang dibangun untuk menahan tekanan tanah tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis (spek) sebagaimana tercantum dalam papan informasi proyek.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, volume pekerjaan tercatat sepanjang 654 meter dengan lebar 0,4 meter dan tinggi 0,4 meter. Namun, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan lebar talud disebut hanya sekitar 0,3 meter.
Dalam papan proyek juga tertulis sumber anggaran berasal dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah senilai Rp200 juta. Meski demikian, tidak dicantumkan tahun anggaran pada papan informasi tersebut, sehingga memunculkan tanda tanya dari warga.
Kolase Papan Informasi Proyek dan fakta pengerjaan pembangunan talud di Desa Tegalsuruh (Foto: Slamet/ketik.com)
Seorang pekerja di lokasi saat dikonfirmasi menyebut tidak ada mandor proyek di tempat saat pekerjaan berlangsung. Kondisi itu semakin menambah keraguan warga terkait pengawasan teknis pekerjaan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan lain, di antaranya penggunaan batu bekas serta minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal.
“Mayoritas bukan orang sini. Warga sini hanya satu orang, itu pun hanya beberapa hari. Batu bekasnya sepertinya dipakai lagi,” ujar seorang warga, Jumat, 13 Februari 2026.
Kepala Desa Tegalsuruh, Subagiyo, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa proyek talud tersebut bersumber dari anggaran Bankeu Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Ia menyebut terdapat kesalahan cetak pada papan informasi proyek.
Menurutnya, pekerjaan yang dimulai pada Desember masih diperbolehkan berlanjut hingga awal tahun berikutnya sesuai masa kalender pekerjaan. Ia juga menyatakan papan proyek akan segera diganti untuk memperbaiki kesalahan informasi.
“Anggaran tahun 2025. Yang penting dikerjakan mulai Desember. Rampung Januari–Februari tidak masalah, masa kalender sampai Maret kalau tidak salah. Papan proyek nanti diganti karena ada kesalahan di kop,” ujarnya.
Subagiyo menambahkan, pekerjaan proyek talud dikerjakan oleh pihak ketiga. Ia juga mengaku tidak mengenali mandor yang berada di lapangan.
Warga berharap pelaksanaan proyek dapat diawasi lebih ketat dan disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan agar kualitas bangunan terjamin dan tahan lama.(*)
