KETIK, MALANG – Sebanyak 80 angkot gratis bagi pelajar di Kota Malang segera mengaspal. Program ini tinggal menunggu Peraturan Wali Kota Malang (Perwal), angkutan gratis tersebut dapat segera mengaspan melayani siswa.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan Perwal tersebut dibuat untuk menentukan aturan operasional armada. Termasuk menjamin keamanan pelajar ketika mengakses layanan angkot gratis tersebut.
"Perwal sedang kita buat, tetapi anggaran sudah kita siapkan. Kita lihat evaluasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kita akan mengamankan pelajar agar pada saat naik tidak terjadi apa-apa," ujarnya, Sabtu 14 Februari 2026.
Wahyu menjelaskan bahwa pembahasan angkot gratis pelajar ini sudah mulai dilakukan. Ia mengharapkan sebelum tahun ajaran baru dimulai, armada dapat beroperasi.
"Bulan ini masih intensif terus dibahas, kita ajak paguyuban juga untuk duduk bersama. Sebelum tahun ajaran baru sudah selesai," lanjutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan estimasi jumlah angkot saat ini ialah 80 armada. Namun jumlah tersebut dapat berubah sesuai dengan kemampuan anggaran Kota Malang.
"Prinsipnya, anggaran sudah tersedia. Tetapi landasan peraturannya harus kami siapkan karena ini kan untuk jangka panjang. Ya, mudah-mudahan bulan ini bisa (beroperasi). Tinggal finalisasi Perwal," kata Jaya.
Nantinya angkot gratis pelajar akan menerapkan sistem Buy The Service (BTS), sehingga pemerintah membeli layanan dari para sopir angkot yang tergabung dalam koperasi.
"Kami memastikan lagi terkait dengan teknisnya angkot, mematangkan sistem di e-katalognya. Nama layanannya nanti Buy The Service, membeli layanan dari mereka (sopir angkot) melalui layanan koperasi. Jadi mereka bergabung pada koperasi," katanya.
Jaya menekankan bahwa jam operasional angkot gratis pelajar disesuaikan dengan jam keberangkatan dan kepulangan siswa. Setelah menuntaskan tugas tersebut, para sopir angkot diperkenankan melanjutkan pekerjaan lainnya.
"Setelah itu silakan nanti mereka (sopir angkot) mau bekerja atau apa. Tetapi intinya adalah harus mampu menyelesaikan tugas utamanya, yakni memberikan layanan kepada anak sekolah," tegasnya.
Untuk sementara ini trayek akan dikombinasikan dengan menggunakan trayek yang sudah ada. Mengingat beberapa trayek yang ada di kawasan sekolah telah dilalui oleh angkutan kota.
"Jadi yang kombinasi adalah jalur sekolah yang tidak ada angkutannya. Kami tambahi nanti jalurnya, ada sekitar 2 atau jalur yang kami tambahkan. Intinya lokasi menuju ke sekolah-sekolah harus tercover semuanya. Tetapi bukan juga nanti angkutan stay di satu tempat saja. Silakan mau naik mana saja," tutupnya. (*)
