KETIK, SIDOARJO – Kegiatan ngelencer ramai-ramai puluhan kepala sekolah (Kasek) SD menjadi perbincangan hangat di kalangan guru. Komisi D DPRD mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo melakukan klarifikasi dan evaluasi. BKD Sidoarjo juga menunggu penjelasan tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo H M. Dhamroni Chudlori menyatakan, Disdikbud Sidoarjo harus mengevaluasi izin para Kasek SD yang ngelencer bareng-bareng ke Lombok. Apa dampaknya bagi sekolah dan anak didik yang ditinggalkan.
”Harus dipikirkan matang-matang. Apakah Kasek menelantarkan murid-murid, atau bagaimana,” ungkap Dhamroni Chudlori lewat telepon pada Minggu (Februari 2026).
Jadwal dan rute ngelencer puluhan Kasek SD di Sidoarjo ke Lombok pada hari pertama, Jumat (6 Februari 2026). (Foto Fathur Rozq/Ketik.com)
Jika dinas pendidikan sampai tidak tahu, itu berarti kecolongan. Dinas pendidikan harus melakukan evaluasi. Komisi D DPRD Sidoarjo menunggu tindakan dinas pendidikan terhadap kegiatan ngelencer ramai-ramai para Kasek SD tersebut. Apalagi bila mereka pergi tanpa izin dinas pendidikan.
”Jangan sampai kegiatan seperti itu menjadi preden buruk. Ditiru guru-guru atau sekolah-sekolah lain,” tegas Dhamroni Chudlori.
Sebelumnya diberitakan bahwa puluhan Kasek SD se-Kecamatan Sidoarjo melancong bareng-bareng ke Pulau Lombok. Mereka berangkat pada Jumat pagi (5 Februari 2026). Bus yang mereka tumpangi menunggu di kantor travel Mekar Jaya Abadi Tour and Travel, kompleks ruko di kawasan Pasar Larangan.
Informasi yang diperoleh Ketik.com menyebutkan, semula direcanakan ada lebih dari 50 Kasek SD yang akan ikut rekreasi. Namun, belakangan diketahui hanya 33 Kasek SD yang berangkat. Ada yang mengajak suami pula.
Jadwal dan rute ngelencer puluhan Kasek SD di Sidoarjo ke Lombok pada hari kedua, Sabtu (7 Februari 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Mereka mengajukan izin cuti untuk keperluan keluarga. semua naik bus YeBe Trans hijau bernomor polisi L 7617 UB pada Jumat Subuh sekitar pukul 04.30. Tiba di Lombok, para Kasek itu langsung berwisata seharian hingga check in di hotel pada malam harinya.
Dalam panduan perjalanan (itinerary) disebutkan kegiatan 33 Kasek SD itu murni liburan. Masing-masing berwisata ke pantai, taman bunga, perbukitan, serta makan-makan dan belanja oleh-oleh di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jadwal balik rombongan bahagia tersebut adalah Minggu (8 Februari 2026). Tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 13.00.
Ketua Komisi DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori meminta Disdikbud Sidoarjo mengklarifiksi mengapa izin untuk cuti keluarga digunakan untuk rekreasi ramai-ramai. Bolehkah ASN mengajukan cuti keluarga untuk ngelencer bersama-sama seperti itu? Apakah sesuai antara izin dan kegiatannya.
”Kami tunggu penjelasan dinas pendidikan,” tegas anggota DPRD Sidoarjo dari PKB tersebut.
Jadwal dan rute ngelencer puluhan Kasek SD di Sidoarjo ke Lombok pada hari ketiga, Minggu (8 Februari 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir menyatakan memang benar ada izin untuk cuti keluarga dari para Kasek SD. Namun, dia tidak mengetahui bahwa izin cuti keperluan keluarga itu sebenarnya untuk berlibur dengan puluhan kepala sekolah lain.
”Mereka memang melakukan izin cuti dengan alasan keperluan keluarga. Kami beri cuti karena memang hak mereka mengajukan itu,” ungkap Misbahul Munir saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu pagi (8 Februari 2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Tirto Adi ketika dikonfirmasi wartawan pada Jumat (6 Februari 2026) mengaku belum tahu adanya kegiatan liburan ramai-ramai itu. Ia menyatakan memastikan kebenaran informasi tersebut.
”Apa itu? Tidak ngerti aku. Iya ta? Sik-sik ya,” ungkap Tirto Adi singkat. (*)
