KETIK, PEMALANG – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Pemalang menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Senin, 9 Februari 2026.
Bantuan berupa beras dan mi instan diserahkan di Posko Bantuan dan diterima langsung Ketua Karang Taruna Desa Pesantren, Abdul Ghofur.
Ketua LMP Kabupaten Pemalang, Frans Daniel, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap musibah banjir yang menimpa warga setempat.
“Intinya kami keluarga besar Laskar Merah Putih Kabupaten Pemalang, alhamdulillah hari ini bisa sampai di lokasi saudara-saudara terdampak banjir,” ujar Frans Daniel.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari iuran sukarela anggota LMP Kabupaten Pemalang. Menurutnya, para anggota secara swadaya mengumpulkan dana pribadi untuk membantu warga terdampak.
“Kita secara intensif patungan dari dana pribadi masing-masing. Hati kami tergerak datang ke sini,” katanya.
Frans juga menyebut, banyak anggota LMP yang berasal dari Desa Pesantren. Momentum penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan anggota serta menghidupkan kembali aktivitas organisasi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Pesantren, Abdul Ghofur, mengapresiasi kepedulian LMP terhadap warga terdampak banjir.
“Kami keluarga besar Karang Taruna Desa Pesantren mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ormas LMP. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terdampak banjir,” ucapnya.
Ia juga mendoakan agar LMP terus berkembang dan mendapat keberkahan dalam menjalankan kegiatan sosial.
Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten Pemalang, Frans Daniel secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Pesantren oleh Ketua Karang Taruna, Abdul Ghofur (Foto: Slamet/ketik.com)
Menurut Ghofur, banjir melanda Desa Pesantren sejak 17 Januari 2026. Kondisi terparah terjadi di Dusun Sidomulyo dengan ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa di dalam rumah warga.
“Ada sekitar 600 kepala keluarga yang terdampak di Desa Pesantren. Terparah di Dusun Sidomulyo,” ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Desa Pesantren telah mendirikan dapur umum. Distribusi bantuan logistik dipusatkan melalui Karang Taruna agar penyaluran merata.
Selain dari organisasi masyarakat, bantuan juga telah datang dari Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui sejumlah instansi.
“BPBD, Dinkes, dan Dinsos sudah memberikan donasi. Pak Bupati juga sudah terjun langsung,” kata Ghofur.
Warga Desa Pesantren berharap pemerintah segera melakukan pembangunan tanggul di Kali Comal serta normalisasi Kali Rabin guna mencegah banjir kembali terjadi. Ghofur menegaskan banjir yang terjadi merupakan akibat luapan Kali Comal, bukan banjir rob.(*)
