KETIK, SLEMAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 0732/Sleman memulai pengerjaan fisik Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Krusuk, Padukuhan Klangkapan 2, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.
Proyek ini merupakan titik perdana dari rencana besar pembangunan jembatan gantung di 30 lokasi berbeda di seluruh wilayah Sleman.
Prioritas Akses Ekonomi Desa
Pembangunan jembatan ini bertujuan utama untuk mendukung kelancaran distribusi ekonomi di wilayah Seyegan. Selama ini, akses transportasi yang terbatas di sekitar Sungai Krusuk dinilai menjadi hambatan bagi mobilitas warga dan logistik hasil bumi.
Dengan adanya jembatan ini, konektivitas antarwilayah di Padukuhan Klangkapan 2 diharapkan dapat memangkas jarak tempuh warga secara signifikan.
Danramil 13/Seyegan, Kapten Infanteri Bambang Subiyanto, menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara maraton. Meski memasuki hari libur pada Minggu, 18 Januari 2026, personel TNI bersama masyarakat tetap terjun ke lapangan.
"Hari Minggu tidak menyurutkan semangat anggota dan warga dalam menyelesaikan jembatan ini demi kepentingan publik," ujar Bambang melalui keterangan resmi Pendim 0732/Sleman.
Program Akselerasi di Luar TMMD
Berbeda dengan proyek infrastruktur pada umumnya, Jembatan Gantung Garuda ini merupakan program khusus TNI Angkatan Darat yang berada di luar skema Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Skema mandiri ini diambil untuk mempercepat respons pemerintah pusat dalam membenahi infrastruktur di tingkat pedesaan yang sulit dijangkau anggaran reguler secara cepat.
Personel Koramil 13/Seyegan Kodim 0732/Sleman bersama warga menyaksikan pengerjaan awal pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Sungai Krusuk, Padukuhan Klangkapan 2, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Sabtu, 17 Januari 2026. Sebuah alat berat dikerahkan untuk melakukan pengerukan tanah guna menyiapkan fondasi jembatan. (Foto: Pendim 0732/Sleman for Ketik.com)
Pengerjaan yang telah dimulai sejak Sabtu, 17 Januari 2026 ini mengedepankan prinsip gotong royong. Kodim 0732/Sleman mengerahkan personel dari Koramil 13/Seyegan dengan melibatkan aparat pemerintah desa serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mengatasi kesulitan di wilayah.
Target 30 Titik di Sleman
Sungai Krusuk di Margoluwih hanya menjadi langkah awal. Kodim 0732/Sleman telah memetakan 30 lokasi strategis di seluruh Kabupaten Sleman yang membutuhkan intervensi infrastruktur serupa. Program ini menjadi bagian dari upaya besar menyejahterakan rakyat melalui penyediaan fasilitas publik yang memadai.
Hingga saat ini, proses pembangunan terus dikebut dengan fokus pada penguatan struktur utama jembatan agar aman digunakan untuk mobilitas harian warga. Pihak TNI berharap, selesainya 30 titik jembatan gantung ini nantinya akan mengubah wajah konektivitas pedesaan di Sleman menjadi lebih terintegrasi dan produktif secara ekonomi. (*)
