KETIK, PEMALANG – Suasana pelatihan dasar jurnalistik di MTs Walisongo Ulujami, Kabupaten Pemalang, mendadak pecah oleh tawa para peserta, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Momen itu terjadi saat Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sanuri yang dijadikan contoh narasumber wawancara sengaja memasang mikrofon di daun telinga, alih-alih di kerah baju sebagaimana mestinya.
Aksi spontan tersebut langsung mengundang gelak tawa belasan peserta yang tengah serius mengikuti praktik wawancara.
Tingkah Wakabid Kurikulum itu seolah menunjukkan ketidaktahuan dalam menempatkan mikrofon, hingga membuat suasana pelatihan menjadi cair dan penuh keakraban.
“Sini, Pak, naruhnya,” ujar Fahri, yang sedang mempraktikkan teknik wawancara, kemudian menjelaskan cara memasang mikrofon yang benar.
“Izin Pak, saya pasangkan. Itu kalau narasumbernya laki-laki. Kalau narasumber perempuan, kita arahkan memakai kode saja,” imbuhnya, yang kembali disambut tawa peserta.
Momen tersebut ternyata disengaja oleh panitia sebagai simulasi kondisi di lapangan.
Dalam praktik jurnalistik, narasumber kerap tidak memahami teknis penggunaan alat wawancara, sehingga wartawan dituntut untuk tetap sopan, sigap, dan profesional dalam mengarahkan.
Pelatihan dasar jurnalistik ini bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman kepada siswa MTs Walisongo Ulujami mengenai dasar-dasar jurnalistik, termasuk teknik wawancara secara langsung.
Kepala MTs Walisongo Ulujami, M. Akhwan, berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memajukan ekstrakurikuler jurnalistik di madrasah yang dipimpinnya.
“Harapannya, setelah pelatihan ini, MTs Walisongo Ulujami bisa berkembang lebih baik dan semakin maju,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, kemampuan bermedia menjadi hal penting bagi siswa.
“Sehebat apa pun kegiatan kalian, kalau tidak dipublikasikan melalui media, orang lain tidak akan tahu. Maka fungsi media inilah yang kami harapkan bisa terwujud dengan baik,” tandasnya.
Kegiatan pelatihan dasar jurnalistik yang diikuti sedikitnya 16 siswa dan sejumlah guru dari MTs Walisongo Ulujami berjalan lancar dan penuh makna. (*)
