KETIK, PEMALANG – Banjir melanda Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, belum juga surut. Hampir satu bulan terakhir, warga harus bertahan hidup berdampingan dengan genangan air yang masuk hingga ke dalam rumah.
Banjir terparah terjadi di Dusun Sidomulyo, dengan ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa di dalam rumah warga. Kondisi ini berlangsung sejak 17 Januari 2026.
Ketua Karang Taruna Desa Pesantren, Abdul Ghofur, mengatakan banjir berdampak luas terhadap masyarakat desa.
“Banjir dari tanggal 17 Januari 2026. Terparah di Dusun Sidomulyo. Satu desa, ada sekitar 600 KK yang terdampak,” ujar Ghofur saat menerima bantuan sembako dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Pemalang, Senin, 9 Februari 2026.
Warga dan Anak Sekolah Menerjang Genangan Air di Dusun Pesarean, Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Senin, 9 Februari 2026 (Foto: Slamet/Ketik.com)
Pemerintah Desa Pesantren telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak. Selain itu, penyaluran bantuan logistik dipusatkan melalui Karang Taruna agar distribusi bantuan bisa merata.
Menurut Ghofur, bantuan juga telah datang dari Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui beberapa instansi terkait.
“BPBD, Dinkes, dan Dinsos sudah memberikan donasi. Pak Bupati juga sudah terjun langsung,” katanya. Ghofur menegaskan, banjir yang terjadi merupakan luapan Kali Comal, bukan banjir rob.
Sementara itu, Winarsih (57), warga RT 7 RW 7 Dusun Sidomulyo, mengaku mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat banjir yang terus merendam rumahnya.
“Tidak bisa masak. Masak di tempat saudara. Susah sih, tapi mau bagaimana lagi,” ungkapnya.
Winarsih yang sehari-hari berjualan kerupuk keliling mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Selama banjir, ia hanya menerima bantuan mi instan dari Karang Taruna.
“Bantuan hanya dari Karang Taruna itu. PKH juga tidak pernah dapat, bantuan apapun tidak pernah dapat,” ujarnya.
Warga Desa Pesantren berharap pemerintah segera melakukan pembangunan tanggul di Kali Comal serta normalisasi Kali Rabin untuk mencegah banjir berulang.
Pantauan di lapangan menunjukkan, selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi bangunan sekolah di Desa Pesantren. (*)
