KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa solusi dua negara (two state solution) merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang antara Palestina dan Israel. Dalam solusi tersebut, semua pihak harus sama-sama mengakui kemerdekaan dan eksistensi dari negara Israel sekaligus Palestina di Timur Tengah.
Ia menyampaikan sikap tegas tersebut dalam keterangan pers di Washington DC di tengah dinamika upaya diplomasi dan kemanusiaan di Gaza.
“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Indonesia Konsisten Dorong Perdamaian Berkelanjutan
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia tetap konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui pembentukan dua negara yang hidup berdampingan secara damai. Menurutnya, skema tersebut menjadi solusi paling realistis untuk menjamin stabilitas kawasan dan memberikan kepastian politik bagi rakyat Palestina.
Ia menegaskan, komitmen Indonesia sejalan dengan sikap negara-negara Muslim lainnya yang sama-sama menginginkan perdamaian permanen di Timur Tengah.
“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” tegasnya.
Optimisme di Tengah Tantangan
Prabowo mengakui berbagai tantangan masih menghadang proses perdamaian. Namun, ia melihat adanya perkembangan positif, terutama dalam peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dinilai memberi harapan baru.
“Nampaknya sangat serius ya. Tadi walaupun kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan, perdamaian. Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” ucap mantan Menteri Pertahanan ini. (*)
