Presiden Prabowo: Amerika Serikat Berperan Penting dalam Mendukung Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

20 Februari 2026 05:55 20 Feb 2026 05:55

Thumbnail Presiden Prabowo: Amerika Serikat Berperan Penting dalam Mendukung Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak akan melupakan peran historis Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC,  dikutip dari laman resmi Istana Kepresidenan, Kamis, 19 Februari 2026. 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tidak hanya dibangun atas dasar kepentingan ekonomi, tetapi juga berdiri di atas fondasi sejarah yang kuat.

“Indonesia akan selalu mengingat peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam sejarah kami. Amerika Serikat berperan penting dalam mendukung perjuangan kemerdekaan kami,” kata Prabowo. 

Ia menyebut dukungan Amerika Serikat pada masa awal kemerdekaan sebagai fondasi moral yang mempererat hubungan bilateral kedua negara hingga saat ini. Menurutnya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kerja sama Indonesia–Amerika Serikat telah terjalin sejak fase paling krusial dalam perjalanan bangsa.

“Indonesia akan selalu mengingat peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam sejarah kami. Amerika Serikat berperan penting dalam mendukung perjuangan kemerdekaan kami,” kata Prabowo.


Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Selain menyinggung aspek historis, Presiden Prabowo juga membawa agenda strategis dalam kunjungannya ke Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa kedua negara telah menjalani negosiasi intensif selama beberapa bulan terakhir untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan besar.

“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujarnya.

Presiden berharap kesepakatan tersebut menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Ia menyampaikan bahwa sejumlah kesepakatan penting telah diteken, baik oleh institusi pemerintah maupun pelaku usaha, termasuk tindak lanjut isu keseimbangan perdagangan.

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.

Tegaskan Politik Luar Negeri Non-Blok

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif atau non-blok. Namun, ia memastikan bahwa prinsip tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk menjalin persahabatan erat dengan Amerika Serikat maupun negara besar lainnya.

“Kami selalu ingin melihat kehadiran Amerika yang kuat di Indonesia. Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat bahwa Indonesia adalah sahabat sejati, meskipun mungkin secara politik kita memiliki tradisi non-blok,” tegas Presiden.

Ia menambahkan bahwa Indonesia menghormati seluruh kekuatan besar dunia dan berupaya berperan sebagai jembatan serta honest broker di tengah dinamika geopolitik global.

Dorong Perdamaian dan Kolaborasi Global

Presiden Prabowo menilai dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lebih erat antarnegara. Ia menyambut baik kepemimpinan Amerika Serikat dalam mendorong terciptanya perdamaian global.

“Saya melihat ada kemauan besar dari para pemimpin Amerika Serikat saat ini untuk menciptakan iklim perdamaian. Mungkin ini tidak memuaskan semua pihak, tetapi setidaknya kita harus mencoba,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di berbagai sektor, mulai dari politik dan ekonomi hingga bantuan kemanusiaan serta perlindungan lingkungan.

“ Kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di semua bidang,” pungkasnya.

Momentum Gala Iftar tersebut menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tidak semata-mata didorong oleh kepentingan ekonomi, melainkan juga oleh ikatan sejarah, nilai bersama, serta visi masa depan yang saling memperkuat.

Tombol Google News

Tags:

Presiden Prabowo U.S. Chamber of Commerce Washington DC