KETIK, BONDOWOSO – Polemik yang sempat mencuat di Masjid Nurul Iman akhirnya menemukan titik terang. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalampel, Kholid Abdul Azis, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Menurutnya, meredanya konflik bukanlah hasil kerja satu pihak semata, melainkan buah dari komunikasi intensif dan komitmen bersama berbagai unsur masyarakat pada Senin, 23 Februari 2026.
Mulai dari tokoh agama, Kemenag, MUI, DMI, FKUB, PCNU, MWCNU, Bakesbangpol, Cwmat, Kapolsek, Pemdes, pengurus masjid setempat hingga warga sekitar dinilai memiliki peran penting dalam mengembalikan suasana kondusif di lingkungan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Penyelesaian ini terjadi karena adanya kesediaan untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar secara musyawarah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, upaya penanganan persoalan sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum situasi memanas. Pihak KUA Kecamatan Tegalampel bersama instansi terkait rutin menjalin koordinasi.
Sebagai langkah preventif Lanjut Kholid, guna mengantisipasi potensi gesekan di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan melalui dialog terbuka dan pemetaan persoalan sejak dini.
Peran tim penyuluh agama KUA Kecamatan Tegalampel juga menjadi sorotan dalam proses tersebut. Setiap hari, para penyuluh berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan pembinaan keagamaan yang moderat serta menenangkan.
Yang mana mereka langsung dan sekaligus menjadi penghubung atau fasilitator antara warga dan pemerintah desa dalam menyampaikan aspirasi maupun klarifikasi terkait konflik yang ada di bawah.
“Kami bersama tim penyuluh terus berkoordinasi secara berkelanjutan. Komunikasi yang terbangun sejak awal inilah yang membantu mencegah kesalahpahaman berkembang lebih jauh,” jelas Kholid.
Ia menekankan bahwa masjid sejatinya merupakan simbol persatuan umat dan pusat pembinaan spiritual. Oleh karena itu, setiap perbedaan yang muncul harus disikapi dengan kepala dingin dan semangat kebersamaan.
Penyelesaian konflik di Masjid Nurul Iman diharapkan menjadi pembelajaran agar masyarakat semakin mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Kini, aktivitas ibadah di Masjid Nurul Iman telah kembali berjalan normal. Suasana yang sebelumnya sempat memanas perlahan berubah menjadi lebih tenang dan harmonis.
KUA Kecamatan Tegalampel pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, memperkuat komunikasi lintas pihak, serta menjaga kerukunan sebagai fondasi utama kehidupan beragama di wilayah tersebut.(*)
