Varian Baru Covid-19 Cicada Muncul: Belum Terdeteksi di Indonesia dan Tak Ganas

Diimbau Tetap Jaga Protokol Kesehatan

10 April 2026 06:22 10 Apr 2026 06:22

Thumbnail Varian Baru Covid-19 Cicada Muncul: Belum Terdeteksi di Indonesia dan Tak Ganas

Ilustrasi virus. (Foto: Freepik)

KETIK, YOGYAKARTA – Kemunculan varian baru Covid-19 bernama Cicada memicu kekhawatiran di berbagai negara. Meski begitu, pakar mikrobiologi dari Universitas Gadjah Mada memastikan bahwa varian tersebut hingga kini belum terdeteksi di Indonesia dan belum menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya.

Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Tri Wibawa, menjelaskan bahwa varian ini merupakan bagian dari mutasi virus SARS-CoV-2, tepatnya strain Omicron BA.3.2. Varian yang dijuluki Cicada tersebut pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024.

Menurutnya, varian ini sempat tidak terpantau dalam periode tertentu sebelum akhirnya kembali terdeteksi dan menyebar ke berbagai negara. Hingga Februari 2026, Cicada telah dilaporkan muncul di 23 negara. Meski demikian, Indonesia masih belum mencatat adanya kasus varian tersebut.

“Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya,” jelas Tri Wibawa, Kamis, 9 April 2026. 

Ia menambahkan, secara medis belum ditemukan perbedaan mencolok antara varian Cicada dengan varian Covid-19 lain, seperti Alpha, Beta, Gamma, Delta, maupun Omicron. Gejala yang muncul pada pasien juga cenderung serupa.

“Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien,” ujarnya.

Terkait perlindungan vaksin, Tri Wibawa mengakui bahwa setiap varian baru berpotensi memengaruhi efektivitas vaksin. Namun demikian, individu yang telah menerima vaksinasi atau pernah terinfeksi Covid-19 tetap memiliki perlindungan imunitas yang lebih baik.

“Individu yang pernah terpapar atau mendapatkan vaksin tentu memiliki imunitas yang lebih siap dibandingkan yang belum pernah vaksinasi atau terinfeksi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada tidak berbeda dengan upaya pengendalian Covid-19 secara umum. Masyarakat diminta tetap disiplin menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Tidak ada langkah spesifik untuk Cicada. Masyarakat perlu tetap melakukan vaksinasi, menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan sanitasi, menghindari kerumunan saat sakit, serta segera berkonsultasi ke dokter jika merasa tidak sehat,” tegasnya.

Di tengah situasi yang masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Disiplin menjalankan protokol kesehatan dasar dinilai menjadi kunci untuk mencegah potensi penyebaran varian baru di Tanah Air.

Tombol Google News

Tags:

varian covid-19 cicada cicada covid indonesia varian baru covid 2026 covid-19 terbaru 2026 gejala varian cicada vaksin covid varian baru cicada omicron BA.3.2