KETIK, BONDOWOSO – Gelombang keberangkatan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari Bondowoso menuju Malang menjadi penanda kuat besarnya semangat menyambut Harlah 1 Abad NU. Sekitar 2.000 Nahdliyin diberangkatkan untuk mengikuti puncak peringatan satu abad NU yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Malang, pada 7–8 Februari 2026.
Ribuan jemaah tersebut dilepas langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, dari Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, Sabtu (7/2/2026) sore. Prosesi pelepasan berlangsung tertib dan khidmat dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Ketua PCNU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam, menjelaskan bahwa jumlah jemaah yang berangkat jauh melampaui kuota resmi yang diberikan panitia pusat. Dari alokasi awal 1.000 orang, antusiasme warga NU justru mendorong keikutsertaan hingga dua kali lipat.
“Tingginya semangat warga NU membuat banyak jemaah memilih berangkat secara mandiri. Mereka rela menanggung biaya transportasi sendiri demi bisa hadir,” ujar KH Abdul Qodir Syam.
Untuk mendukung keberangkatan tersebut, PCNU Bondowoso mengerahkan 28 unit bus, ditambah sejumlah kendaraan roda empat lainnya, termasuk mobil Elf, yang mengangkut jamaah dari berbagai kecamatan di Bondowoso.
Jemaah asal Bondowoso dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Harlah NU di Malang hingga Minggu (8/2/2026), termasuk menghadiri malam Puncak Resepsi 1 Abad NU Masehi. Namun keterbatasan kapasitas Stadion Gajayana membuat tidak seluruh jamaah dipastikan dapat masuk ke area utama acara.
“Kuota yang tersedia untuk Bondowoso hanya 1.000 orang. Jadi sebagian kemungkinan mengikuti kegiatan dari luar stadion,” katanya.
Sebelum diberangkatkan, seluruh jemaah mengikuti doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Bondowoso, KH As’ari Pasha. Rombongan kemudian dilepas secara resmi oleh Kapolres Bondowoso dengan pengawalan ketat hingga meninggalkan kota.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya aparat kepolisian, yang telah membantu pengamanan sehingga keberangkatan jamaah berjalan aman dan lancar,” pungkas KH Abdul Qodir Syam. (*)
