Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa

8 April 2026 17:17 8 Apr 2026 17:17

Haryono, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa

Halal Bihalal yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Bondowoso di pendopo Bupati, Tamapak hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Inspektorat, Asisten,Kasdim 0822, Kepala Dinas (DPMD), Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Asosiasi Kepala Desa, hingga Ketua APDESI. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Bondowoso berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan desa, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan penting, mulai dari Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Inspektorat, Asisten,Kasdim 0822, Kepala Dinas (DPMD), Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Asosiasi Kepala Desa, hingga Ketua APDESI.

Dengan kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat dalam mengawal arah pembangunan desa agar tetap adaptif dan berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan dana desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso menegaskan bahwa sinergitas antar pendamping desa menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi fiskal yang semakin terbatas.

Ia menekankan bahwa peran pendamping tidak cukup hanya sebagai fasilitator administratif, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak inovasi dan kreativitas desa.

“Pendamping desa harus hadir sebagai agen perubahan, mampu menggali potensi lokal, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya pada Rabu, 08April 2026

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dafir, turut menekankan pentingnya penguatan peran pendamping desa dalam menjaga efektivitas penggunaan anggaran yang ada.

Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal, setiap program pembangunan harus tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.

“Sinergi antara pendamping, pemerintah desa, dan legislatif sangat penting agar setiap rupiah anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pendamping harus mampu memastikan program berjalan efektif, transparan, dan tepat guna,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada penguatan desa, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pendamping serta pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan.

Lebih lanjut, Rakor ini juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi terhadap capaian program pendampingan yang telah berjalan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah optimalisasi penggunaan aplikasi Daily Report Pendamping.

Sistem pelaporan ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas kerja para pendamping di lapangan.

Tidak hanya itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka terkait berbagai tantangan yang dihadapi desa, mulai dari pengelolaan anggaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat.

Para peserta saling bertukar gagasan dan pengalaman guna menemukan solusi yang lebih inovatif dan aplikatif.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah antara tenaga pendamping dan para pengambil kebijakan.

Sinergi yang kuat diyakini mampu menjaga arah pembangunan desa di Kabupaten Bondowoso tetap berada pada jalur yang tepat, meskipun dihadapkan pada dinamika dan keterbatasan anggaran.

Rakor konsolidasi ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi dan inovasi merupakan kunci utama dalam memastikan desa tetap tumbuh, mandiri, dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan yang ada. (*)

Tombol Google News

Tags:

TPP Bondowoso Rakor TPP Bondowoso Bondowoso Berkah Halal Bihalal TPP Bondowoso