KETIK, BONDOWOSO – Upaya membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter terus digencarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalampel.
Melalui program bertajuk "The Most KUA" (Move for Sakinah & Maslahat), KUA Tegalampel menggandeng SMK PP Negeri 1 Tegalampel dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang digelar pada Rabu, 4 Maret 2026.
Sebanyak 222 siswa mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Joyful Ramadan Mubarak, program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sejak pukul 09.00 WIB, aula sekolah dipenuhi semangat para siswa yang mengikuti pembukaan kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK PP Negeri 1 Tegalampel, Dhora Aprilia Lishna, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari KUA Tegalampel. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kontribusi nyata dalam penguatan karakter dan pembinaan spiritual para siswa.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Tegalampel, Kholid Abd. Aziz, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa pembinaan remaja tidak cukup dilakukan melalui pendidikan akademik di ruang kelas saja.
Menurutnya, penguatan nilai spiritual dan kesiapan mental juga sangat penting bagi generasi muda.
“Remaja hari ini adalah calon pemimpin dan calon kepala keluarga di masa depan. Mereka harus dibekali dengan pemahaman agama yang benar, kematangan emosi, serta perencanaan hidup yang jelas. Jangan sampai masa depan mereka terhenti karena keputusan yang tergesa-gesa, termasuk dalam hal pernikahan dini,” tegasnya.
Kantor Urusan Agama Tegalampel Melalui program bertajuk THE MOST KUA yang menggandeng siswa-siswi SMK PP Negeri 1 Tegalampel dalam kegiatan Bimbingan Remaja. (Foto: Haryono/Ketik.com)
Ia juga menjelaskan bahwa program The Most KUA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan edukatif yang berkelanjutan untuk mendekatkan peran KUA kepada kalangan pelajar.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan pelajar. KUA bukan hanya mengurus administrasi pernikahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan mendampingi generasi muda agar siap membangun keluarga sakinah dan kehidupan yang maslahat,” imbuhnya.
Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Remaja Kuat, Masa Depan Hebat: Kenali Diri, Jauhi Nikah Dini, Jadilah Generasi Qur’ani.”
Tema ini diharapkan mampu memberikan arah yang jelas bagi para remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang.
Dalam kegiatan tersebut, para Penyuluh Agama Islam KUA Tegalampel menyampaikan tiga materi utama.
Materi pertama mengenai Konsep Diri Remaja yang Sehat, yang mengajak siswa mengenali potensi diri melalui pengisian Kartu Kenali Diri serta penyusunan Hierarki Prinsip Pribadi. Sesi ini dipandu oleh Ustadzah Lutfiyatul Hasanah, S.Pd. dan Ustadzah Belda Eldrit Janitra, S.Sos.
Materi kedua membahas Pencegahan Pernikahan Dini yang mengulas dampak sosial, psikologis, dan pendidikan dari praktik pernikahan usia muda.
Materi tersebut disampaikan oleh Ustadzah Lailatul Badriyah, S.Ag. dan Ustadz Abdul Bari, S.Pd.I., dengan penekanan pada pentingnya perencanaan masa depan yang matang.
Sebagai penutup, para siswa juga mendapatkan materi tentang Menjadi Remaja Qeren Qur’ani yang mengajak generasi muda menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Materi ini disampaikan oleh Ustadzah Rizza Madinah, S.Ag. dan Ustadzah Nur Fadlilah, S.Pd.I. yang menekankan bahwa generasi Qur’ani bukan hanya religius, tetapi juga adaptif dan produktif.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat dinamis. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, bahkan suasana semakin hidup dengan selingan ice breaking yang komunikatif.
Pihak sekolah berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berlangsung sekali, tetapi dapat dilanjutkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan KUA dalam pembinaan keagamaan bagi pelajar.
Melalui program The Most KUA, sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan kembali ditegaskan sebagai langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Remaja yang kuat hari ini diyakini menjadi fondasi lahirnya masa depan bangsa yang hebat. (*)
