KETIK, MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang resmi berganti nakhoda. Indra Kosustiyadi resmi menjadi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang menggantikan Febrina.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendartam menjelaskan pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari strategi regenerasi organisasi. Dengan harapan adanya kesinambungan kepemimpinan di BI, penguatan kapasitas organisasi, hingga kesiapan BI menghadapi tantangan ke depan.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Walikota, Bapak Bupati di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo beserta seluruh jajaran atas kerjasama dan dukungan yang baik yang telah diberikan kepada Ibu Febrina selama memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang sejak Januari 2024," ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Perlu diketahui bahwa Indra Kosustiyadi sebelumnya mengemban amanah sebagai Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Pergantian lokasi kerja yang memiliki perbedaan persoalan satu sama lain, diharapkan tetap menunjukkan kinerja yang semakin optimal.
"Kami yakin pengalaman dan kepemimpinan Pak Indra akan dapat memperkuat sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan juga Probolinggo. Di Bank Indonesia kami berpegang pada prinsip bahwa setiap amanah harus segera dilaksanakan," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, juga menyambut baik kedatangan Indra Kosustiyadi, serta berterima kasih atas dedikasi yang ditunjukkan Febrina selama ini. BI selalu menjadi mitra strategis Pemkot Malang dalam menghadapi tantangan perekonomian yang semakin kompleks dan tak terduga.
"Kita akan banyak berkolaborasi di area-area yang sudah sangat menjadi satu komitmen Pemerintah Kota Malang terutama terkait faktor-faktor stabilitas ekonomi yang ada di wilayah Malang," kata Wahyu.
Menurutnya peran BI tak hanya menjaga stabilitas ekonomi regional, mengendalikan inflasi maupun mengembangkan sektor unggulan daerah. Namun juga katalisator pembangunan ekonomi daerah, salah satunya kolaborasi yang terjalin dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Berbagai langkah pengendalian inflasi, penguatan rantai pasok, hingga pengendalian harga pangan telah berhasil kita laksanakan secara terkoordinasi dan berkelanjutan di masa pemerintahan Kota Malang," tegasnya. (*)
