Pelantikan Pengurus KONI Jatim 2025-2029

Gubernur Khofifah Tekankan Sport Science dan Penguatan Sinergi Menuju PON 2028

11 Februari 2026 23:05 11 Feb 2026 23:05

Thumbnail Gubernur Khofifah Tekankan Sport Science dan Penguatan Sinergi Menuju PON 2028

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri dan menyaksikan pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2029 yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 10 Februari 2026.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman kepada 69 pengurus. Muhammad Nabil resmi menjabat sebagai Ketua KONI Jatim, Akmal Budianto sebagai Sekretaris Umum, dan Jasmono sebagai Bendahara Umum.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa kepengurusan baru memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga sekaligus menyiapkan atlet Jawa Timur menghadapi agenda besar seperti PON XXII Tahun 2028 di NTB–NTT dan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Ia optimistis Jawa Timur tetap menjadi salah satu lumbung prestasi olahraga nasional.

"Ada semangat luar biasa bagaimana Nusa Tenggara menjadi tuan rumah. Tentu kita support karena memang pengembangan-pengembangan di area-area tertentu, seperti cabor dimana kita sempat mendulang banyak medali dan sempat kehilangan medali sebelumnya, akan menjadi evaluasi untuk berbenah sebagai kekuatan Jawa Timur," ujarnya.

Foto Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

Gubernur Khofifah turut mendorong optimalisasi penerapan sports science dalam pembinaan atlet dengan memaksimalkan fasilitas UNESA Sports Science agar hasil latihan lebih terukur, berbasis data, dan meminimalkan potensi cedera.

"Salah satu yang luar biasa adalah UNESA Sports Science. Sehingga bukan hanya fokus pada prestasi, tapi bahwa apa yang kita lakukan capaiannya bisa terukur dan kemudian pembibitannya bisa berjalan secara lebih siap lagi. Jadi kita bisa lebih memberikan support kepada seluruh atlet-atlet kita," jelasnya.

Selain aspek teknis, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya membangun budaya serta lingkungan yang menumbuhkan semangat olahraga sejak dini. Menurutnya, lingkungan sosial menjadi ruang paling efektif dalam proses pembinaan dan pencarian bibit atlet masa depan.

Selain itu, Khofifah menegaskan bahwa Forkopimda Jawa Timur selalu solid dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga daerah. Sinergi lintas sektor disebut sebagai faktor utama dalam mewujudkan capaian yang berkelanjutan.

"Terima kasih semuanya. Sinergi ini menjadi kekuatan yang sangat penting bagi kita semua. Tidak ada sukses sendirian, kita sukses karena kita bergandengan tangan, bersinergi, dan berkolaborasi," tuturnya.

"Oleh karena itu, kami juga menyampaikan terima kasih seluruh pelatih, seluruh pengurus-pengurus cabang olahraga, dan dream team dalam koordinasi KONI. Mudah-mudahan terus bisa mencapai prestasi sebaik-baiknya, setinggi-tingginya, dan membawa harum nama Jawa Timur dan Indonesia serta mengibarkan Merah Putih di seluruh belahan dunia," lanjut Khofifah.

Ia berharap melalui kerja kolektif tersebut, atlet-atlet Jawa Timur mampu terus meraih prestasi tertinggi, mengharumkan nama daerah dan bangsa, serta mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang olahraga internasional.

Dalam waktu dekat, pembinaan menuju PON 2028 akan difokuskan pada cabang olahraga Olimpiade sebagai bagian dari upaya meningkatkan posisi Indonesia pada Olimpiade Los Angeles 2028, setelah sebelumnya menempati peringkat 39 pada Olimpiade Paris dengan raihan dua medali emas dan satu perunggu.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan bahwa atlet Jawa Timur selama ini menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia. Hal tersebut terbukti pada ajang SEA Games Thailand, di mana Indonesia berada di peringkat kedua dengan kontribusi signifikan dari atlet asal Jawa Timur.

"Jadi saya rasa dominasi atlet Jawa Timur pada tim nasional dalam berbagai cabang olahraga ini harus menjadi bahan evaluasi Pak Nabil dengan teman-teman lainnya. Sehingga insya Allah atlet-atletnya akan lebih berprestasi lagi," terangnya.

Ketua KONI Provinsi Jawa Timur Muhammad Nabil dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya sinergi antara KONI pusat, KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, serta pemerintah pusat dan daerah dalam membangun prestasi olahraga.

"Kalau bahasanya Pak Ketua Umum KONI Pusat, negara harus hadir untuk mensupport kegiatan aktivitas olahraga untuk menuju prestasi terbaik. Dan itu sudah terjawab pada saat pelaksanaan Sea Games kemarin. Ketika negara hadir total, prestasi kita sudah semakin baik menjadi ranking 2," ujarnya.

Ia menambahkan, KONI Jawa Timur siap bersinergi penuh dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk membawa nama baik Jawa Timur melalui prestasi olahraga.

"Untuk itu, KONI Jawa Timur adalah orangnya Gubernur. Artinya, harus selalu bekerjasama dan bersinergi. Kita punya tanggung jawab moral untuk membawa nama baik Jawa Timur melalui olahraga. Apalagi Jawa Timur juga punya andil besar, karena pada Sea Games ini, Jawa Timur menjadi penyumbang emas terbanyak," pungkas Nabil. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Koni Jatim pelantikan KONI Olahraga Jawa Timur pon 2028 UNESA Sports Science Pembinaan Atlet SEA Games Prestasi olahraga