KETIK, SURABAYA – Sebanyak 216 orang pada hari ini, Kamis, 22 Januari 2026 melakukan Computer Assistant Test (CAT) di Gedung Musdalifah, kompleks Asrama Haji Surabaya.
Tes ini dibuka langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Ia berharap, tes ini dapat menghasilkan petugas-petugas haji daerah yang layak dan siap melayani jemaah calon haji (JCH) dengan maksimal.
Ia menjelaskan, sebanyak 216 peserta yang ikut tes, tidak semuanya diterima. "Kuota sebetulnya 221," singkatnya kepada awak media termasuk Ketik.com.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu mengungkapkan, nantinya petugas haji daerah (PHD) diambil sesuai kebutuhan dari Kementerian Haji dan Umrah.
"Yang diterima hanya yang terkait dengan layanan maupun dengan kesehatan," sambungnya.
Sementara itu untuk kuota petugas haji nasional 2026, ia membeberkan Kemenhaj mengambil sekitar 1.050 orang dari total peserta yang mendaftar sebanyak 1.445.
"Terdiri dari petugas layanan umum dan petugas kesehatan. Petugas kesehatan kayaknya dari Jawa Timur, sebagian tidak terisi, belum penuh. Sehingga nanti kami isi dari petugas haji pusat di bidang kesehatan," jelasnya.
Menurutnya, mengisi petugas kesehatan haji tidak boleh sembarangan. Hal ini dikarenakan, petugas tersebut harus memiliki keahlian tertentu selama mendampingi jemaah haji di Tanah Suci.
"Petugas layanan kesehatan ini kami lebih serius, supaya tidak ada kejadian-kejadian yang terkait dengan kesehatan bagi jemaah haji kami," ungkapnya.
Sebagai informasi, seleksi PHD, ini dimulai serentak, salah satunya di Surabaya. (*)
