KETIK, SURABAYA – Asrama Haji Surabaya terus berbenah menjelang musim Haji 2026. Mereka memiliki waktu kurang lebih dua bulan untuk mempersiapkan fasilitas yang ada di sana.
Kepala Asrama Haji Surabaya, Fentin Istifaiyah mengatakan, salah satu fasilitas yang dibenahi adalah menghilangkan kamar tidur susun. Tujuannya untuk mencegah jemaah calon haji (JCH) tergelincir saat hendak beristirahat.
"Kami tidak lagi menggunakan tempat tidur susun karena khawatir jemaah tergelincir. Selain itu, kondisi tempat tidur susun yang lama juga sudah kurang layak," katanya pada Minggu 8 Februari 2026.
Selain itu, sejumlah ruang kamar di Asrama Haji Surabaya yang rusak, bocor, dan lain sebagainya juga sudah dibenahi oleh pengurus sebelum jemaah memakainya.
Terlebih Asrama Haji Embarkasi Surabaya tidak hanya menampung JCH asal Jawa Timur saja, melainkan juga dari Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak se-Indonesia, ditambah Bali dan NTT. Total keseluruhan mencapai 43.200 jemaah. Karena itu kami harus lakukan persiapan matang," jelasnya.
Kuota Haji 2026 Jatim Bertambah
Kuota haji 2026 Jawa Timur meningkat menjadi 42.409 orang. Sedangkan Bali dan NTT yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya masing-masing bertambah menjadi 698 dan 516 orang.
Dengan demikian, total kuota untuk ketiga provinsi tersebut mencapai 43.200 jemaah.
Dengan bertambahnya kuota haji di Jatim, Fentin mendapatkan arahan langsung dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf agar Asrama Haji Surabaya dipersiapkan lebih optimal.
"Beliau berpesan pelayanan harus maksimal. Sarana prasarana harus siap, jangan sampai ada jemaah yang terganggu karena fasilitas dasar seperti air atau kamar mandi bermasalah," jelasnya.
Sementara itu, JCH akan menggunakan Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 21 April 2026 mendatang. (*)
