KETIK, SURABAYA – Senyum lebar terus mengembang di wajah Moch Zuhdi, warga Bulak Banteng Kidul, Surabaya. Alasannya ia baru saja mendapatkan bantuan untuk merayakan Hari Raya Idulfitri.
Bagi seorang penggali kubur, bantuan itu sangat berharga dan berarti. Maka dari itu ia sangat bersyukur dengan apa yang telah didapatkan, sekaligus menjadi berkah Ramadan.
"Saya sudah menjadi penggali kubur hampir delapan tahun. Kebetulan saya bagian yang bersih-bersih makam," katanya pada Senin 9 Maret 2026.
Ia melanjutkan, gajinya sebagai penggali kubur berkisar Rp200 ribu yang ia dapatkan dari iuran sosial. "Tapi akan dicatat di sana (akhirat)," jelasnya.
Melihat kerja keras para penggali kubur, guru ngaji, marbot yang tak kenal lelah dan kadang kala terabaikan ini yang membuat Komunitas Sosial Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) tergerak untuk memberikan bantuan kepada 200 orang penerima.
Ketua Umum IPIP, Asrilia Kurniati mengatakan, kegiatan bakti sosial itu rutin dilakukan setiap Ramadan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian IPIP terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Kegiatan ini rutin dilakukan setiap Ramadan, sekitar 10 hari hingga satu pekan menjelang Lebaran," katanya.
Setiap para penerima kata Asrilia, memperoleh bantuan senilai Rp675 ribu. Nilai itu terdiri dari sembako Rp200 ribu, santunan tunai Rp200 ribu dari IPIP dan para donatur.
Para penggali kubur, marbot dan guru ngaji juga mendapatkan zakat dari anggota IPIP Ning Titin Rp200 ribu, serta kupon makan dan minum senilai Rp75 ribu.
Ia menuturkan, bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka untuk mengelola keuangan dengan baik di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Alasannya memberikan bantuan kepada kelompok ini karena jarang mendapatkan perhatian.
Padahal, katanya mereka memiliki peran penting di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Selain memberikan bantuan, IPIP juga menghadirkan tausiah dari Ustaz Munif Mustofa. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial di momentum Ramadan.
Program tersebut juga mendapat dukungan sejumlah mitra, antara lain Bank Mandiri, Melodia, BAS, Truefindo, serta Mie Bola Mas. Acara turut diisi hiburan home band dan stand up comedy sebelum ditutup dengan buka puasa bersama. (*)
