Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Jatim Imbau Jemaah Umrah Saling Komunikasi

2 Maret 2026 15:40 2 Mar 2026 15:40

Thumbnail Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Jatim Imbau Jemaah Umrah Saling Komunikasi

Plt Kakanwil Kemenhaj Jatim As'adul Anam. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Situasi di Timur Tengah sedang memanas, karena adanya perang yang diawali Amerika Serikat dan Israel menembakkan roket ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Usai menerima serangan tersebut Iran tak tinggal diam. Mereka langsung melakukan serangan balasan, yang ditujukan kepada negara-negara sekutu Amerika di kawasan teluk.

Melihat kondisi ini, membuat situasi di Timur Tengah tidak aman, terutama bagi para jemaah umrah yang saat ini sedang melaksanakan ibadah di Arab Saudi.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Timur (Kakanwil Kemenhaj Jatim), As'adul Anam menjelaskan, saat ini penerbangan umrah dari Arab Saudi ke Surabaya maupun sebaliknya tetap dibuka.

"Diimbau bahwa mereka diminta untuk saling komunikasi sama warga negara Indonesia. Kalau perlu masuk grup sebagai bentuk antisipasi kbahwa kalau ada sesuatu komunikasi mudah," katanya pada Senin 2 Maret 2026.

Ia melanjutkan, sebaran jemaah Indonesia, khususnya Jawa Timur di Arab Saudi cukup luas di antaranya mulai Madinah hingga Makkah. Maka dari itu untuk dapat saling terhubung diperlukan komunikasi yang baik.

"Karena sebaran jemaah cukup luas. Bisa jadi di Madinah, bisa jadi di Makkah atau di hotel. Jadi sebarannya akan begitu luas, sehingga imbauan itu nanti sebagai bentuk antisipasi kalau ada problem yang mendadak," jelasnya.

Kementerian Luar Negeri Minta Tunda Umrah

Kementerian Luar Negeri, mengeluarkan surat bernomor 00519/PK/03/2026/68/11 yang isinya berupa permohonan penundaan keberangkatan jemaah umrah. 

"Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terkait eskalasi konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran, Kementerian Luar Negeri memandang perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif guna memitigasi potensi risiko keamanan bagi Warga Negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke kawasan dimaksud, termasuk calon jemaah umrah yang akan melaksanakan perjalanan ke Arab Saudi" tulis Kemenlu.

Dengan adanya konflik di Timur Tengah, pihak Kemenlu melalui surat resminya tersebut mengharapkan kerja sama Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, menyampaikan kepada agen perjalanan agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan calon jemaah umrah ke Arab Saudi untuk sementara waktu hingga kondisi keamanan dinilai lebih kondusif.

"Langkah dimaksud diharapkan dapat menjadi upaya bersama dalam memberikan pelindungan optimal bagi jemaah, sekaligus menjaga kelancaran penyelenggaraan ibadah umrah ke depan. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya, diucapkan terima kasih" lanjut keterangan Kemenlu.

Pengumuman ini disampaikan Kemenlu pada Minggu 1 Maret 2026 lalu. (*)

Tombol Google News

Tags:

kemenhaj asadul Anam haji perang Timur tengah Iran Israel Amerika Serikat jemaah umrah Surabaya umrah Jatim