Idulfitri dan Nyepi Berbarengan, Kemenag Beri Panduan Takbiran di Bali

9 Maret 2026 13:20 9 Mar 2026 13:20

Thumbnail Idulfitri dan Nyepi Berbarengan, Kemenag Beri Panduan Takbiran di Bali

Ilustrasi - Kemenag RI memberikan panduan takbiran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Malam takbiran Hari Raya Idulfitri menurut Kementerian Agama RI berbarengan dengan Hari Raya Nyepi, yaitu pada 19 Maret 2026. Maka dari itu pihaknya telah merumuskan panduan untuk merayakannya agar tetap menjunjung tinggi toleransi.

Perumusan panduan tersebut merupakan hasil koordinasi Kementerian Agama dengan pemerintah daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat Bali.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan kedua perayaan keagamaan tetap dapat berlangsung dengan baik.

"Sejak awal kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para tokoh agama di Bali. Prinsipnya, jika memang waktunya bersamaan, kedua perayaan ini tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian," katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin 9 Maret 2026.

Hal senada juga disampaikan Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija yang mengatakan, panduan ini bersifat khusus dan hanya berlaku di Provinsi Bali. 

Kendati demikian, pedoman ini juga bisa menjadi panduan dalam pelaksanaan takbiran pada daerah yang terdapat komunitas Hindu, apabila momen Idulfitri berbarengan dengan Hari Raya Nyepi.

“Kami berharap masyarakat memahami pedoman ini sebagai bentuk kearifan bersama untuk menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama,” jelasnya.

Berikut pedoman takbiran di Bali saat Hari Raya Nyepi

1. Umat Islam diperkenankan melaksanakan Takbiran di Masjid atau Musala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan/mercon atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya, mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 21.00 WITA.

2. Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan Takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid atau Musala, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

3. Prajuru Desa Adat, Pengurus Masjid atau Musala, Pecalang, Linmas, serta Aparat Desa/Kelurahan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Nyepi maupun kegiatan Takbiran di wilayahnya masing-masing, dengan berkoordinasi secara sinergis bersama aparat keamanan. (*)

Tombol Google News

Tags:

takbiran Malam Takbiran panduan takbiran Nyepi Nyepi Bali Hari Raya Nyepi Kemenag Kemenag RI