Temuan MBG Basi di Sekolah Kesamben, DPRD Jombang Soroti Kinerja SPPG

21 Januari 2026 17:06 21 Jan 2026 17:06

Thumbnail Temuan MBG Basi di Sekolah Kesamben, DPRD Jombang Soroti Kinerja SPPG

SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben Jombang. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Temuan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi dan tidak layak konsumsi di sejumlah sekolah di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mendapat sorotan DPRD Jombang.

Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera dievaluasi menyeluruh. 

Ia menilai kejadian MBG basi menunjukkan lemahnya pengawasan dalam pengelolaan makanan.

“Evaluasi manajemen SPPG harus menjadi prioritas. Dengan puluhan pekerja, seharusnya kualitas makanan bisa dikontrol sebelum didistribusikan,” tegas Hadi, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurutnya, program MBG bertujuan meningkatkan gizi siswa, sehingga pengawasan harus dilakukan berlapis, mulai dari pemilihan bahan hingga pengecekan akhir sebelum makanan dikirim ke sekolah.

“Jangan sampai program gizi anak justru membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Hadi menegaskan DPRD Jombang tidak ingin kejadian MBG basi di Kesamben terulang kembali, apalagi sampai menimbulkan keracunan pada penerima manfaat.

Sebelumnya, sejumlah sekolah di Kecamatan Kesamben menolak menu MBG yang dikirim dari dapur SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben Jombang pada Senin, 19 Januari 2026 karena lauk ayam tercium bau tidak sedap dan diduga basi.

Di SMPN 2 Kesamben, ratusan porsi MBG tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan oleh tim sekolah, lauk ayam dinilai tidak layak konsumsi.

“Setiap hari ada tim yang mencicipi sebelum dibagikan. Kemarin lauknya tercium bau dan setelah dicek ulang ternyata sama,” ujar Nur Khasanah.

Menu MBG saat itu terdiri dari nasi, oseng pokcoy, tahu bulat, ayam laos, dan buah melon. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan SPPG Jombang.

Setelah menerima laporan, SPPG menarik seluruh MBG dan berjanji menggantinya. 

Kepala Dapur SPPG Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Anyah, mengakui adanya kelalaian dalam pendistribusian paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SMPN 2 Kesamben.

“Setelah dilakukan uji sampel, memang ada beberapa item makanan yang dinilai tidak layak. Kami tidak ingin mengambil risiko, sesuai petunjuk teknis akhirnya semua paket kami tarik,” ujar Fahmy, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penarikan dilakukan meski tidak seluruh makanan dalam kondisi bermasalah. Dari hasil pengecekan internal, sebagian makanan masih dinilai aman, namun ada pula yang tercium bau kurang sedap.

“Memang ada makanan yang baunya kurang sedap, meskipun ada juga yang masih bagus. Tapi demi keamanan siswa, kami putuskan menarik semuanya,” jelasnya.

Fahmy mengakui kejadian tersebut menjadi catatan serius bagi internal SPPG. Ia menyebut insiden ini sebagai bentuk kelalaian yang harus segera dibenahi agar tidak terulang di kemudian hari.

“Ini menjadi pukulan sekaligus koreksi bagi kami. Ke depan, SPPG harus lebih baik lagi,” tegasnya. (*) 

Tombol Google News

Tags:

mbg basi jombang berita jombang jombang hari ini sppg Miftahul Ulum Kesamben Jombang smpn 2 kesamben menu mbg basi BGN kualitas MBG program mbg jombang