KETIK, PACITAN – Pembangunan sekolah rakyat (SR) empat daerah di Jawa Timur menyedot anggaran besar hingga Rp911,487 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2025-2026.
Proyek ini menjadi bagian dari paket pembangunan empat Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang juga mencakup Kabupaten Pacitan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Ngawi.
Jika dibagi sejumlah daerah tersebut, rata-rata tiap lokasi memperoleh anggaran di atas Rp200 miliar.
Berdasarkan kontrak bernomor 649/SPK/Gs19.2/2025, proyek ini mulai dikerjakan sejak Senin, 23 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Pelaksanaan proyek dikerjakan melalui kerja sama operasi antara PT Caturbina Guna Persada dan PT Brantas Abipraya (Persero), dengan pengawasan konsultan PT Widha KSO bersama PT Ciriajasa Engineering Consultants di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum.
Masa pelaksanaan berlangsung selama 240 hari kalender dengan masa pemeliharaan 360 hari kalender.
Besarnya anggaran yang digelontorkan membuat aspek kualitas konstruksi menjadi perhatian serius.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan, Heri Setijono, mengingatkan pihak kontraktor agar tidak hanya fokus mengejar target penyelesaian proyek.
"Kalau himbauan, dalam sosialisasi awal sebelum pelaksanaan sudah kami sampaikan," ungkapnya kepada Ketik.com, Rabu, 8 April 2026.
Ia kembali mengingatkan agar seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan.
“Kami minta pelaksanaan pekerjaan benar-benar memperhatikan kualitas. Jangan hanya mengejar progres, tapi pastikan setiap tahapan sesuai spesifikasi dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan,” Imbaunya.
Menurutnya, komitmen terhadap kualitas menjadi hal utama mengingat proyek ini menyangkut fasilitas pendidikan yang akan digunakan dalam jangka panjang.
Pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan mampu menghadirkan sarana pendidikan yang layak dan berkualitas, sebanding dengan besarnya anggaran negara yang digunakan.(*)
