KETIK, MALANG – Seorang wanita bernama Intan Anggraeni (28), warga Kecamatan Blimbing Kota Malang ditipu oleh suaminya sendiri yang ternyata adalah seorang perempuan.
Diketahui, Intan baru mengetahui suaminya yang mengaku bernama Erfastino Reynaldi (36) berjenis kelamin perempuan setelah menikah siri para tanggal 3 April 2026 dan hendak malam pertama.
Mengetahui hal tersebut, Intan memutuskan menempuh jalur hukum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota.
Perwakilan dari pihak keluarga Intan, Eko, mengatakan, pelaporan dilakukan karena ada unsur tindak pidana berupa pemalsuan dokumen identitas diri yang dilakukan oleh Erfastino.
"Jadi, dokumen identitas diri ini sengaja dipalsukan untuk menikahi saudara Intan dan ia (Erfastino) ini selalu memaksa serta menyuruh Intan untuk membuat paspor. Katanya, akan diajak ke negara Kamboja dengan alasan mau berobat," jelasnya kepada Ketik.com, Rabu, 8 Maret 2026.
Sementara itu, korban Intan Anggraeni mengungkapkan kronologi kejadian yang dialaminya tersebut. Diketahui, mereka berdua bertemu dan berkenalan mulai awal Februari 2026 dan saat itu Erfastino datang sebagai pembeli di tempat kerjanya di Kota Batu.
"Ia mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan proyek. Setelah itu, kami berpacaran di tanggal 14 Februari 2026 dan dari perkenalan hingga pacaran, tidak curiga sama sekali karena perawakan, kelakuan dan cara bicaranya mirip cowok," terangnya.
Setelah itu, Erfastino mengajak Intan untuk menikah sembari diiming-imingi berbagai janji. Mulai akan dibelikan mobil mewah Lamborghini, rumah, dan berbagai hal lainnya.
Kemudian, keduanya pun menikah secara siri pada tanggal 3 April 2026 di kediaman Intan. Dari situ kejanggalan mulai terasa, karena Erfastino tidak membawa pihak keluarganya sama sekali.
Meski begitu, pernikahan tetap berlangsung dan tetap dilaksanakan hingga selesai. Usai menikah, mereka pun hendak melakukan malam pertama dan dari situlah Intan baru tahu ternyata suaminya adalah seorang perempuan.
"Setelah tahu dia perempuan, aku langsung menangis dan mengadu ke orang tua. Kemudian, dia langsung diusir keluar dari rumah," ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengungkapkan, bahwa laporan atas kasus tersebut sudah diterima. Dan saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Laporannya sudah kami terima. Dan saat ini, masih kami tangani dan kami selidiki," tandasnya. (*)
