KETIK, SEMARANG – Kondisi Yovita Haryanto (30), korban pembegalan di Jalan Halmahera Raya, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, masih dalam pemulihan dan belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik.
Bhabinkamtibmas Karangtempel, Aipda Yuan Kurniawan, menyampaikan korban masih mengalami trauma pascakejadian.
“Korban masih dalam keadaan syok, jadi belum bisa dimintai keterangan. Kami fokus kumpulkan data dari petunjuk CCTV,” katanya, Senin, 6 April 2026.
Polisi kini mengintensifkan penyelidikan dengan mengandalkan rekaman kamera pengawas serta keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan pihaknya masih memburu pelaku
“Saat ini anggota sedang lidik pelakunya, perkembangan nanti kami informasikan,” ujarnya.
Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy Susanto, menambahkan pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan.
“Polsek langsung ke TKP dan korban kami dampingi saat di Puskesmas Halmahera,” jelasnya.
Ia menyebut penyelidikan dilakukan bersama tim Jatanras secara intensif untuk mengungkap identitas pelaku.
Peristiwa pembegalan tersebut terjadi pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 06.45 WIB, tepat di depan rumah korban.
Saat itu, Yovita hendak berangkat ke gereja bersama rekannya.
Berdasarkan rekaman CCTV, dua pelaku berboncengan motor mendatangi korban yang sedang berhenti di depan rumah.
Salah satu pelaku turun dan berusaha merampas barang milik korban.
Korban sempat memberikan dompetnya, namun situasi memanas saat Yovita keluar rumah dan mencoba membantu rekannya. Aksi perlawanan memicu kekerasan.
Dalam kejadian itu, korban terjatuh bersama sepeda motor dan mengalami luka akibat senjata tajam yang digunakan pelaku. Luka sayatan mengenai bagian pelipis hingga pipi.
Setelah situasi ramai, kedua pelaku melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di wajah dan tangan hingga harus menjalani 17 jahitan. Selain itu, korban juga kehilangan uang tunai sekitar Rp100 ribu.
Seorang saksi, Ujang (30), mengaku sempat melihat kondisi korban setelah kejadian.
“Saya baru datang jualan, tahu-tahu sudah ramai. Kirain tabrakan, ternyata katanya ada yang dibegal,” ujarnya.(*)
