Proyek Jembatan Kewek Masuk Tahap Finalisasi DED, Pemkot Yogyakarta Lakukan Uji Tanah

19 Januari 2026 22:16 19 Jan 2026 22:16

Thumbnail Proyek Jembatan Kewek Masuk Tahap Finalisasi DED, Pemkot Yogyakarta Lakukan Uji Tanah

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menjelaskan bahwa pengujian tanah sedang dilakukan untuk memastikan kedalaman tanah keras guna menjamin kekokohan fondasi. Selain teknis, aspek estetika juga menjadi perhatian serius melalui asistensi bersama Dewan Warisan Budaya agar fasad jembatan tetap selaras dengan kawasan cagar budaya. (Foto: Oliv for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengebut persiapan teknis revitalisasi Jembatan Kewek. Saat ini, progres penyusunan Detail Engineering Design (DED) telah mencapai 80 persen dan tengah memasuki tahap asistensi akhir bersama Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (P2JN).

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menyatakan bahwa selain merampungkan desain, pihaknya sedang menunggu kelengkapan dokumen lingkungan serta kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

“Targetnya, jika proses di P2JN lancar, pengadaan barang dan jasa bisa dimulai pada Maret mendatang. Setelah itu baru kita lihat apakah pengerjaan fisik sudah bisa langsung dilaksanakan,” ujar Nilam Senin 19 Januari 2026.

Kepastian Fondasi di Tanah Keras

Salah satu fokus utama saat ini adalah pengujian teknis tanah di lokasi proyek. Nilam menjelaskan bahwa tim di lapangan sedang melakukan pengambilan sampel tanah untuk menentukan letak lapisan tanah keras. Hal ini krusial guna menjamin stabilitas fondasi jembatan.

Berdasarkan data sekunder dari jembatan di sekitarnya seperti Jembatan Amarta dan Jembatan Kleringan, serta pengujian satu titik di sisi barat sungai tahun lalu, lapisan tanah keras diperkirakan berada di kedalaman 20 meter.

“Kami melakukan pengujian tambahan sesuai permintaan P2JN untuk memastikan bahwa kedalaman tanah keras memang berada di kisaran 20 meter. Fondasi jembatan harus berdiri tegak di atas lapisan keras tersebut,” kata Nilam menjelaskan.

Menjaga Estetika Cagar Budaya

Terkait desain visual atau fasad jembatan, Pemkot Yogyakarta bersikap hati-hati mengingat kawasan tersebut merupakan area yang sarat nilai sejarah. Nilam mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Dewan Warisan Budaya untuk mendapatkan rekomendasi desain.

Meski diprediksi akan ada perubahan pada aspek fasad, Nilam belum bersedia merinci bagian mana yang akan mengalami transformasi signifikan.

“Fasad masih kami asistensikan dengan Dewan Warisan Budaya. Perubahan mungkin ada, tapi tidak banyak. Kami belum bisa menyampaikan bagian krusialnya karena masih menunggu rekomendasi resmi,” tuturnya.

Anggaran dan Target Waktu

Meskipun ada proses asistensi desain yang dinamis, Nilam memastikan alokasi anggaran untuk proyek ini tidak mengalami perubahan. Jika seluruh tahapan lelang berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik diproyeksikan memakan waktu sekitar sembilan bulan.

“Rencana awal kami durasi pengerjaan adalah sembilan bulan, jadi ditargetkan selesai pada Desember mendatang,” pungkasnya.

Perlu di ketahui Jembatan Kewek bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan bagian integral dari sejarah tata kota Yogyakarta. Terletak di kawasan strategis yang menghubungkan Jalan Abu Bakar Ali dengan area Malioboro, jembatan ini berada dalam koridor Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Secara historis, struktur "Kewek" (yang berasal dari kata bahasa Belanda Kerkweg atau jalan menuju gereja) memiliki karakteristik arsitektur kolonial yang khas. Urgensi revitalisasi kali ini tidak hanya menyasar pada penguatan struktur untuk menampung beban kendaraan yang kian padat, tetapi juga penataan estetika agar selaras dengan fasad kawasan cagar budaya di sekitarnya.

Meski bukan termasuk bangunan cagar budaya, langkah Pemkot Yogyakarta yang melibatkan Dewan Warisan Budaya menjadi krusial agar modernisasi jembatan tidak menghilangkan nilai autentisitas sejarahnya. Dengan estimasi pengerjaan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun, jembatan ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperlancar arus lalu lintas sekaligus mempercantik wajah pusat kota Yogyakarta. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jembatan Kewek Pemkot Yogyakarta DPUPKP Yogyakarta Hasri Nilam Baswari Proyek Infrastruktur DED Dewan Warisan Budaya P2JN Cagar Budaya Sumbu Filosofi Berita Jogja Revitalisasi Jembatan konstruksi Tata Ruang Jogja.