KETIK, PACITAN – Warga Pacitan kini tak lagi bisa mendapat kantong plastik kresek secara gratis setiap kali berbelanja.
Sejumlah toko mulai memberlakukan biaya tambahan, seiring naiknya harga produk berbahan plastik sejak awal April 2026.
Kebijakan ini mulai diterapkan di beberapa toko, salah satunya Toko Baim Dom & Plastik Bangunsari Pacitan.
Karyawan toko, Adi Saputra, menyebut kenaikan harga plastik berdampak langsung pada kebijakan di tingkat penjual.
“Ini untuk contoh kantong plastik ukuran sedang, yang biasanya harganya Rp9 ribu sekarang Rp11.500. Untuk botol dan cup yang berbahan plastik juga mengalami hal serupa,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan, secara umum kenaikan harga produk plastik berada di kisaran 5 sampai 7 persen.
Kenaikan tersebut berasal dari distributor, sehingga toko menyesuaikan harga jual ke konsumen.
Tak hanya itu, konsumen yang membutuhkan kantong belanja kini juga harus merogoh kocek tambahan.
Di toko tersebut, biaya kantong plastik dikenakan mulai Rp300 hingga Rp900, tergantung ukuran.
“Sekarang memang sudah tidak gratis, ada biaya untuk kantong belanja,” imbuhnya.
Fenomena serupa juga terjadi di Toko Gemah Ripah Pacitan. Melalui pengumuman resminya, toko tersebut memberlakukan penyesuaian harga kantong plastik mulai Selasa, 1 April 2026.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terhitung mulai 1 April, harga kantong plastik mengalami penyesuaian,” tulis akun Instagram @Gemah Ripah.
Dalam pengumuman itu, disebutkan biaya kantong belanja plastik ukuran besar atau jumbo kini dipatok sebesar Rp200, Rp500, hingga Rp1.000 per lembar.
Pihak toko juga mengimbau pelanggan untuk mulai membawa tas belanja sendiri dari rumah sebagai alternatif guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Untuk itu, kami menyarankan kepada seluruh pelanggan agar membawa kantong belanja sendiri dari rumah,” lanjut keterangan tersebut.
Sejumlah konsumen mengaku mulai merasakan dampak kebijakan tersebut, terutama bagi pelaku usaha kecil yang kerap membeli plastik dalam jumlah besar untuk kebutuhan kemasan.
"Iya, sekarang harus mulai mengurangi penggunaan plastik," kata Penjual Es Teh, Nuraini.
Kenaikan harga plastik ini diperkirakan masih berpotensi berlanjut, seiring fluktuasi harga bahan baku efek konflik Timur Tengah yang mempengaruhi harga di tingkat pasar.(*)
