Serius Jaga Sanitasi MBG, SPPG YASB Sananwetan Blitar Terapkan IPAL Berstandar Nasional

8 Januari 2026 14:11 8 Jan 2026 14:11

Thumbnail Serius Jaga Sanitasi MBG, SPPG YASB Sananwetan Blitar Terapkan IPAL Berstandar Nasional

Ipal modern milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar, Kamis 8 Januari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Komitmen menjaga kualitas gizi sekaligus kelestarian lingkungan terus ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar. Tak hanya fokus pada menu makanan, pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini juga serius membenahi sistem sanitasi, salah satunya dengan memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern berstandar nasional.

Langkah pembaruan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh sarana dan prasarana dapur MBG agar seluruh proses, mulai dari pengolahan makanan hingga pembuangan limbah, berjalan aman, higienis, dan ramah lingkungan.

Kepala SPPG YASB Sananwetan, Ahmad Habibi, mengatakan pemasangan IPAL baru dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. IPAL lama dinilai perlu peningkatan agar sesuai dengan standar terbaru.

“IPAL yang lama kami perbaiki sekaligus kami tingkatkan. Sekarang sudah menggunakan sistem yang paling modern, dengan kapasitas lebih dari 5.000 liter,” ujar Habibi, Kamis 8 Januari 2026.

Menurutnya, sistem IPAL tersebut dirancang mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN serta memenuhi sejumlah regulasi pemerintah, mulai dari BPOM, HACCP, hingga Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Tak hanya sekadar klaim, Habibi memastikan hasil olahan air limbah dari IPAL tersebut benar-benar aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Air hasil pengolahan itu sudah bersih. Bahkan kolam penampungan terakhir tidak berbau sama sekali. Secara sederhana, kalau kolamnya diisi ikan, ikannya bisa hidup,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan IPAL menjadi syarat mutlak bagi seluruh dapur penyedia Program MBG. Tujuannya agar limbah dapur yang dibuang ke sungai atau saluran lingkungan tidak menimbulkan dampak negatif bagi alam maupun masyarakat sekitar.

“Intinya, air yang keluar dari dapur MBG tidak boleh mencemari lingkungan. Saat nanti dicek dan air mengalir ke sungai atau saluran mana pun, kondisinya harus tetap aman,” tegas Habibi.

Lebih jauh, SPPG YASB Sananwetan juga telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa seluruh aspek sanitasi dapur, termasuk sistem IPAL, telah memenuhi standar kelayakan.

“Alhamdulillah, SLHS SPPG Sananwetan sudah terbit. Artinya, dari sisi sanitasi dan IPAL, semuanya sudah sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Dengan pembenahan dapur dan pengelolaan limbah yang lebih modern, SPPG YASB Sananwetan optimistis dapat terus berkontribusi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.(*)

Tombol Google News

Tags:

SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan Kota Blitar Blitar IPAL modern