8,56 Juta Jiwa Sudah Terima MBG di Jatim! Gubernur Khofifah Terapkan Lima Kunci Keamanan Pangan!

4 Maret 2026 17:29 4 Mar 2026 17:29

Thumbnail 8,56 Juta Jiwa Sudah Terima MBG di Jatim! Gubernur Khofifah Terapkan Lima Kunci Keamanan Pangan!

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) menyapa prajurit TNI AD peserta rapat pimpinan di Makodam V/Brawijaya di Surabaya, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim).

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya berjalan semakin kuat, termasuk bersinergi dengan seluruh pihak terkait.

“Ini berkat kolaborasi nyekrup Forkopimda, termasuk dukungan Kodam V/Brawijaya yang semakin menguatkan pelaksanaan program MBG di Jatim,” ujarnya di Surabaya, Rabu, 4 Maret 2026.

Berdasarkan data dari pemprov setempat hingga 2 Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG di Jawa Timur tercatat sebanyak 8,56 juta orang. Ini didukung oleh 3.743 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 153.736 petugas. Dari jumlah tersebut, 3.225 SPPG telah beroperasi dan 518 lainnya dalam tahap persiapan.

Khusus MBG, d Jatim pada pertengahan Februari 2026 telah dieglar rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri Dalam Negeri, Wagub Jatim, Kapolda Jawa Timur, Kasdam V/Brawijaya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Dankodaeral V, Sekdaprov Jatim serta 38 kepala daerah dan sejumlah kepala OPD.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mendorong percepatan serta maksimalisasi pemenuhan sertifikasi SPPG sebagai bagian dari penguatan tata kelola Program MBG. Hal ini dinilai krusial mengingat cakupan penerima manfaat MBG di Jatim telah mencapai 8 juta lebih jiwa.

Besarnya skala program harus diiringi dengan jaminan kualitas dan keamanan pangan yang memenuhi standar nasional. Karena itu, seluruh SPPG didorong memenuhi kriteria sertifikasi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pihaknya telah memfasilitasi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jatim per 18 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 1.214 SPPG telah mengantongi SLHS.

Selain itu, 795 SPPG telah memiliki sertifikasi chef, 137 bersertifikat halal, 99 tersertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), 83 menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (FSMS) ISO 22000 serta 38 telah menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ISO 45001.

Pemprov Jatim juga tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul masih ditemukannya kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan MBG. Menyikapinya, Gubernur Khofifah telah membentuk Tim Gerak Cepat (TGC), memperkuat koordinasi surveilans dan kesehatan lingkungan, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sampel air, makanan hingga spesimen klinis.

Rekomendasi perbaikan juga diberikan kepada penyedia makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, distribusi hingga penyajian.

Pemprov Jawa Timur turut memastikan penerapan Lima Kunci Keamanan Pangan, yakni menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menjaga suhu pangan tetap aman, serta menggunakan air dan bahan baku aman.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, Pemprov Jatim telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG di tingkat provinsi serta mendorong pembentukan satgas di 38 kabupaten/kota.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kodam V/Brawijaya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung keberhasilan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam dan seluruh jajaran atas support luar biasa, baik dalam menjaga kondusivitas kamtibmas maupun menyukseskan program-program strategis nasional seperti MBG dan lainnya,” tutur Khofifah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Gubernur Jatim Pemprov Jatim MBG Kodam V/Brawijaya SPPG pangan