KETIK, BLITAR – Ketidakhadiran Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, dalam agenda Refleksi 1 Tahun kepemimpinan Pemkot Blitar yang diprakarsai Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin melalui Diskominfotik memantik tanda tanya publik.
Elim akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menerima undangan maupun pemberitahuan resmi terkait kegiatan tersebut.
“Sebetulnya kami tidak mendapatkan informasi dan tidak menerima undangan, bukan tidak hadir. Saya mengetahui acara ini hanya karena lokasinya berdekatan dengan rumah dinas,” ujar Elim, Selasa 3 Maret 2026, usai mendampingi Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, saat ziarah di Makam Bung Karno.
Sebagaimana diketahui, agenda refleksi tersebut menjadi panggung bagi Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memaparkan capaian satu tahun pemerintahan. Dalam forum itu, Pemkot Blitar diklaim berhasil meraih 70 penghargaan tingkat regional hingga nasional.
Mas Ibin, sapaan akrab wali kota, menyebut satu tahun kepemimpinan ini sebagai fase awal membangun fondasi pembangunan jangka panjang.
Namun, absennya wakil wali kota dalam momentum strategis tersebut justru memunculkan spekulasi lanjutan, terlebih sebelumnya sempat mencuat polemik relasi keduanya.
Menanggapi hal itu, Elim memilih bersikap diplomatis.
“Hubungan kami baik-baik saja. Saya rasa ini bisa ditanyakan kepada pihak penyelenggara acara mengapa saya tidak diundang,” katanya.
Elim menegaskan, dirinya tidak ingin terseret dalam spekulasi politik. Fokusnya, kata dia, tetap pada kerja-kerja pemerintahan.
“Fokus kita adalah bekerja untuk masyarakat Kota Blitar,” tegasnya.
Terkait evaluasi satu tahun kepemimpinan, Elim menyebut refleksi sebagai momentum penting untuk memperbaiki kekurangan. Ia juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan jalannya pemerintahan.
“Ini bentuk terima kasih kami kepada masyarakat Kota Blitar, sekaligus permohonan agar masyarakat terus mendukung kepemimpinan kami,” ujarnya.
Meski sejumlah penghargaan diraih, Elim mengakui masih ada tantangan, termasuk penanganan stunting yang menjadi perhatian bersama.
“Beberapa indikator mungkin mengalami penurunan. Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama dan kita perbaiki,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai isu pemeriksaan empat orang yang disebut-sebut dekat dengan wali kota yang beredar dengan inisial STMJ Elim mengaku tidak mengetahui kabar tersebut.
“Ya, saya kurang tahu jika ada pemeriksaan. Harapannya, jika memang terjadi, semoga semuanya baik-baik saja,” tandasnya.
Sebagai wakil, Elim menegaskan posisinya tetap menjalankan mandat sesuai program kepala daerah.
“Tugas saya adalah mewakili wali kota ketika tidak hadir dan memastikan program berjalan. Kami berkomitmen bekerja demi kebaikan Kota Blitar,” pungkasnya.(*)
