Perpisahan SMA 3 Brebes Digelar di Hotel, Panitia Berikan Penjelasan

9 April 2026 13:26 9 Apr 2026 13:26

Makroni, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perpisahan SMA 3 Brebes Digelar di Hotel, Panitia Berikan Penjelasan

Panitia penyelenggara acara perpisahan siswa siswi SMA 3 Brebes (Foto : Naresya for ketik.com)

KETIK, BREBES – Penyelenggaraan acara perpisahan siswa-siswi SMA 3 Brebes memberikan klarifikasi terkait rencana pemilihan lokasi di sebuah hotel.

Ketua panitia, Nareshya Rindya Ayu Shavana mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah melalui proses perencanaan yang panjang dan transparan.

Pihaknya menegaskan bahwa pemilihan lokasi dan teknis acara didasarkan pada hasil musyawarah bersama serta telah mendapat persetujuan dari mayoritas wali murid yang terlibat.

"Kami ingin meluruskan bahwa kegiatan ini sama sekali tidak ada unsur paksaan. Semua sudah dibicarakan dalam forum rapat dan disepakati oleh orang tua siswa," ujar panitia dalam keteranganya, Kamis 9 April 2026.

"Perlu ditegaskan bahwa pihak sekolah itu tidak ikut serta dalam acara tersebut. Acara ini dibangun karena aspirasi teman-teman semuanya. Jadi ini bukan program atau perintah dari sekolah, murni keinginan kami sebagai siswa kelas 12 untuk membuat momen syukuran bersama sebelum lulus," tegas Nareshya lagi.

Lebih lanjut Naresya menegaskan bahwa acara perpisahan ini adalah murni inisiasi dan diselenggarakan oleh panitia dari unsur siswa-siswi sendiri. Pihak panitia menggarisbawahi bahwa agenda ini bersifat mandiri dan tidak melibatkan pihak sekolah secara struktural maupun kedinasan.

"Ini adalah bentuk apresiasi dan kenang-kenangan terakhir dari kami, oleh kami, dan untuk kami para siswa. Kami bergerak secara mandiri sebagai panitia pelaksana untuk memastikan momen kelulusan ini berkesan bagi teman-teman semua," tambahnya.

"Yang tak kalah penting, panitia menyiapkan payung hukum internal berupa persetujuan orang tua. Setiap siswa wajib menyerahkan surat pernyataan yang sudah ditandatangani wali murid," tegasnya.

"Kami mempunyai bukti berupa surat pernyataan untuk wali murid, mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya ikut. Dan itu buktinya sudah cukup valid karena ada tanda tangan orang tua dalam pernyataan tersebut. Jadi yang ikut itu benar-benar atas izin, yang tidak ikut juga kami hargai keputusannya," tegas Naresya.

Dijelaskanya, dari 340 yang menyatakan ikut tasyakuran sebanyak 299 siswa. Artinya ada 41 siswa yang memilih tidak berpartisipasi dan tidak ada konsekuensi apapun. 

Dengan adanya penjelasan ini, panitia berharap simpang siur informasi di tengah masyarakat dapat terjawab, sekaligus menegaskan tanggung jawab penuh panitia atas kelancaran acara tersebut.

Sementara itu Kepala SMA 3 Brebes, Adi Priyono, menegaskan jika giat siswa itu murni diselenggarakan panitia dan tidak ada paksaan.

"Rencana giat itu murni inisiasi siswa dan tidak ada kewenangan langsung pihak sekolah, kami bahkan mengapresiasi pihak siswa siswi yang berani tampil didepan mengambil peran sebagai panitia, kami hanya menyampaikan harus didasari musyawarah dan tidak ada paksaan," kata Adi.

Ady kemudian menjelaskan alasan kenapa sekolah tidak bisa menjadi penyelenggara resmi. "Secara regulasi kita kan tidak diperbolehkan mengadakan acara perpisahan atau apapun seperti itu. Jadi pada prinsipnya sekolah hanya mendukung dan semuanya diserahkan kepada anak," jelasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Perpisan Siswa siswi SMA 3 Brebes klarifikasi