KETIK, BREBES – Sebuah video yang memperlihatkan aksi kemarahan seorang ketua partai politik berinisial CRD mendadak viral dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Dalam rekaman tersebut, ia secara terang-terangan menyatakan "perang terbuka" terhadap jajaran pemerintah daerah setempat dan mengancam akan menciptakan kondisi chaos (kekacauan).
Pernyataan keras ini dipicu oleh kekecewaannya atas keputusan pemerintah yang melakukan mutasi terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam narasi awal ia menyebut video ini ditujukan untuk Ketua DPRD, Bupati, Sekda. Menurut sang ketua partai, mutasi terhadap 2 ASN itu dirinya merasa tersinggung lantaran yang dijadikan dasar alasan dimutasi adalah hanya mampir kerumahnya.
"Hanya mampir ke rumah saya, dimana Ketua DPRD Brebes juga adalah dari PDI Perjuangan, dan Bupati juga adalah orang PDI perjunangan, lalu memutasinya, ini sebuah kezoliman,'' kata CRD dalam video.
Tak hanya soal mutasi, ia juga melontarkan sederet serangan tajam yang menyasar ranah personal dan profesional para pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan jika dua ASN tersebut tidak dikembalikan.
Berikut adalah poin-poin krusial yang ia sampaikan:
• Kinerja Buruk Pejabat: Ia menuding sejumlah pejabat teras memiliki kinerja yang bobrok dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
• Isu Istri Muda: Dalam narasinya yang emosional, ia menyentil dugaan adanya pimpinan tinggi yang memiliki istri muda, yang menurutnya mencederai integritas sebagai pemimpin.
• Tudingan Kong Kalikong Jabatan: Ia mengancam akan membongkar praktik "jual beli" atau penempatan jabatan strategis yang dinilai tidak prosedural. Secara spesifik, ia menyoroti penempatan istri salah satu anggota dewan di posisi strategis, padahal golongan kepangkatannya diklaim belum memenuhi syarat.
"Saya nyatakan perang terbuka!, dan tentu jangan salahkan saya manakala Brebes terjadi chaos, Paham kalian,"kata CRD Mengakhiri narasi video.\
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Daerah maupun instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan serius tersebut. Sejumlah yang berhasil dikonfirmasi hanya menyampaikan enggan menanggapi.
Video ini pun terus menuai beragam reaksi dari netizen, di mana sebagian mempertanyakan kebenaran data tersebut dan sebagian lainnya mengkhawatirkan stabilitas keamanan akibat ancaman "chaos" yang dilontarkan.
Pengamat politik lokal menilai, jika pernyataan ini tidak segera diklarifikasi atau diselesaikan secara hukum, hal ini berpotensi memperkeruh tensi politik di daerah tersebut menjelang pesta demokrasi mendatang.
CRD sendiri ketika dikonfirmasi pada rabu 8 April 2026 dihubungi via whatshap membenarkan video yang beredar itu adalah dirinya. (*)
