KETIK, BREBES – Kasus suspek campak di Kabupaten Brebes menunjukkan tren peningkatan.
RSUD Brebes saat ini merawat 44 pasien suspek campak, mayoritas merupakan anak-anak.
Kasi Keperawatan RSUD Brebes, Nina Armina, mengatakan dari total pasien tersebut, 42 di antaranya anak-anak dan 2 lainnya dewasa.
Seluruh pasien ditempatkan di ruang isolasi guna mencegah penularan.
“Di bangsal khusus kami merawat 44 suspek campak. 42 anak-anak dan 2 lainnya dewasa,” kata Nina, Kamis, 2 April 2026.
Ia menyebut jumlah pasien cenderung bertambah dari hari ke hari. Meski demikian, pihak rumah sakit telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
“Memang trennya naik, tapi itu sudah diantisipasi. Termasuk menambah kamar-kamar jika jumlahnya terus melonjak,” ujarnya.
RSUD Brebes juga memperkuat sistem triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendeteksi lebih dini pasien dengan gejala campak.
Selain itu, tenaga kesehatan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri secara lengkap.
Di sisi lain, data dari Dinas Kesehatan Brebes menunjukkan jumlah suspek campak di wilayah tersebut telah mencapai 202 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Heru Padmonobo, mengungkapkan terjadi penambahan kasus dalam satu hari terakhir.
“Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus suspek campak,” jelasnya, Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, para pasien suspek menunjukkan gejala seperti demam, ruam merah pada kulit, batuk pilek, hingga nyeri tulang dan badan.
Beberapa di antaranya juga telah dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada campak.(*)
