Pemdes Tamberu Timur Bantah Intimidasi Wartawan, Sebut Terjadi Kesalahpahaman Komunikasi

30 Januari 2026 21:52 30 Jan 2026 21:52

Thumbnail Pemdes Tamberu Timur Bantah Intimidasi Wartawan, Sebut Terjadi Kesalahpahaman Komunikasi

Ilustrasi intimidasi terhadap wartawan (Grafis: Ulil Albab/Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai proses konfirmasi wartawan atas pengunduran diri Penjabat (Pj) Kepala Desa Tamberu Timur. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik.

Sekretaris Desa Tamberu Timur, Indra Maulana, menegaskan tidak ada niat dari pihak pemerintah desa untuk menghambat, menekan, ataupun mengintimidasi wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menjelaskan, komunikasi yang menjadi sorotan berlangsung secara singkat melalui aplikasi WhatsApp dan menggunakan bahasa daerah Madura. Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi menimbulkan perbedaan penafsiran terhadap maksud dan konteks percakapan.

"Tidak ada maksud apa pun selain menjawab secara singkat. Jika cara penyampaian saya dianggap kurang tepat, itu murni kesalahpahaman," kata Indra Maulana Arifin saat dikonfirmasi media ini, Jumat, 30 Januari 2026.

Ia menyebutkan, respons yang disampaikan bersifat spontan dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pihak mana pun. Indra juga menegaskan komitmennya untuk menghormati peran pers sebagai bagian dari kontrol sosial.

"Saya menghargai kerja wartawan. Tidak ada niat menghalangi atau melarang pemberitaan," ujarnya.

Indra menambahkan, ungkapan yang ia sampaikan saat itu dimaksudkan sebagai pengingat agar tetap berhati-hati dalam menulis pemberitaan, tanpa muatan ancaman maupun tekanan.

"Saya menyampaikan seperti itu tidak ada maksud apa pun. ‘Hati-hati sampean’ yang saya maksud adalah hati-hati dalam menulis," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wartawan Intimidasi klarifikasi Pj Kades Pemdes Tamberu Timur