Prihatin Kondisi Makam, Warga Randusanga Kulon Brebes Inisiasi Galang Dana Mandiri untuk Pengurugan Lahan

8 April 2026 17:41 8 Apr 2026 17:41

Makroni, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Prihatin Kondisi Makam, Warga Randusanga Kulon Brebes Inisiasi Galang Dana Mandiri untuk Pengurugan Lahan

Sejumlah warga lakukan pengurugan lahan tanah makam di Desa Randusanga Kulon Brebes (Foto: Makroni/Ketik.com)

KETIK, BREBES – Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Sikerti, Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, yang memprihatinkan memicu aksi solidaritas dari sejumlah warga setempat. Lahan pemakaman yang sering tergenang air dan becek saat hujan membuat warga berinisiatif melakukan penggalangan dana secara mandiri untuk biaya pengurugan tanah.

Aksi ini bermula dari rasa prihatin warga akibat kondisi tanah makam yang rendah dan tidak rata, sehingga menyulitkan warga yang hendak berziarah maupun saat ada prosesi pemakaman baru.

“Kami tergerak karena peduli. Kondisinya memang butuh urug tanah segera agar lebih layak. Sementara ini kami kumpulkan dana semampunya, berawal dari sisa hasil warga mengelola objek wisata Pantai Randusanga Indah dan swadaya warga sekitar,” ujar Dunyanto (45), salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Dunyanto membeberkan, dari sisa hasil warga mengelola objek wisata Pantai Randusanga Indah terkumpul sekitar Rp7 juta, kemudian disepakati untuk pengurugan tanah makam dengan menghasilkan sekitar 4 dump truk. Selanjutnya, penggalangan dana swadaya warga sekitar menghasilkan 35 dump truk, sehingga hingga hari ini telah terkumpul sekitar 39 dump truk tanah urug.

Meskipun gerakan ini sudah berjalan, warga mengakui bahwa dana yang terkumpul masih jauh dari cukup untuk menutup seluruh area makam yang luas. Saat ini, mereka sangat berharap adanya uluran tangan dari pihak lain.

“Kalau melihat area, mungkin kami membutuhkan sekitar 150 dump truk untuk mengatasi makam ini. Semoga ada uluran tangan orang-orang baik lainnya sehingga kebutuhan ini dapat terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga lain menyayangkan minimnya perhatian serius dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Warga berharap Pemdes bisa mengalokasikan anggaran atau memberikan bantuan teknis untuk perbaikan fasilitas umum ini.

“Sebenarnya kalau pemerintah desa dari dulu peduli dengan persoalan ini, bisa teratasi dan tidak perlu menjadi beban warga masyarakat Desa Randusanga Kulon. Sejak 2015 anggaran dana desa digulirkan, mestinya kalau Pemerintah Desa Randusanga Kulon peduli, saya yakin persoalan ini sudah selesai dari dulu,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

“Harapan kami ada perhatian serius dari pihak Pemdes setempat atau bantuan dari pihak luar. Ini kepentingan bersama, tempat peristirahatan terakhir warga harus kita jaga kelayakannya,” ujarnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, aksi penggalangan dana masih terus dibuka. Warga berharap langkah kecil ini bisa memicu kepedulian yang lebih besar dari berbagai pihak demi kenyamanan dan kehormatan area pemakaman umum tersebut.


Tombol Google News

Tags:

Makam Terendam urug Randusanga Kulon Brebes TPU Buyut Sikerti