KETIK, BREBES – Ketua Karang Taruna (KT) Kabupaten Brebes, Aji Jumantoro menanggapi isu liar terkait dugaan penggelapan anggaran oleh Karang Taruna Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes yang sempat disebut mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan hasil audiensi yang digelar di Balai Desa Kemurang Wetan pada Selasa malam, 3 Februari 2026, ditemukan bahwa angka yang dituduhkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Audiensi tersebut dihadiri oleh sekitar 500 warga, Pemerintah Desa (Pemdes), BPD, serta perwakilan aparat keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Tuduhan mengenai dana miliaran yang menguap dinyatakan tidak benar. Berdasarkan pengecekan buku kas yang disusun rapi oleh Pemdes, total dana yang dikelola Karang Taruna selama tiga tahun hanya sebesar Rp142 juta.
Dana tersebut bukanlah kompensasi dari perusahaan besar, melainkan upah kerja berkala hasil perjanjian antara Karang Taruna dengan sub-kontraktor. Dana ini merupakan imbalan bagi anggota yang membantu proses pengadaan material pesanan.
Anggaran tersebut telah digunakan untuk berbagai kegiatan nyata seperti pengadaan seragam, fogging nyamuk, mengikuti lomba voli tingkat kecamatan, rapat rutin, hingga pembangunan sekretariat. Saat ini, saldo kas tercatat sebesar Rp9 juta.
Seluruh laporan keuangan dan rekam jejak kegiatan telah terdokumentasi dengan baik di bawah pembinaan Pemerintah Desa setempat.
Dalam kesempatan tersebut, diumumkan pula bahwa masa bakti Ketua Karang Taruna Desa Kemurang Wetan yang telah menjabat selama 5 tahun resmi berakhir. Selanjutnya, desa akan segera melakukan proses pemilihan ketua baru untuk melanjutkan tongkat estafet organisasi.
"Tuduhan itu tidak terbukti. Data di buku kas dan notulensi rapi tersusun," tegas Aji Jumantoro dalam penjelasannya kepada publik. Kamis 5 Februari 2026.
Aji Jumantoro mengimbau Karang Taruna harus lebih sering melakukan transparasi kepada masyarakat dengan mengadakan kegiatan sosial yang di up dimedia desa, dan mengadakan kumpulan bersama warga untuk memberitakan kegiatannya.
Masyarakat juga diharap tidak mudah termakan isu dan mulai lah berfikir bertindak secara data.
"intinya, jika karang taruna melakukan kerjasama, kedepankan MUO ,dan paling tidak diadakan musdesus untuk menghindari kepentingan tuduhan dan tidak transparan," Pungkas Aji Jumantoro.
Sementara Kades Kemurang Wetan, Dustam saat dikonfirmasi membenarkan yang disampaikan ketua Karang Taruna Kabupaten, hasil yang disampaikan disebutkanya dari pertemuan pada Selasa malam yang dihadiri juga sejumlah warga yang menuntut transparasi.
"Betul apa yang disampaikan oleh Mas Aji, dari hasil kemarin itu didapat ternyata tidak sesuai dengan apa yang dtuduhkan warga, hasil terakhir didapat sisa 9 juta dan akan di alokasikan ke kas desa dan kemudian akan di dibangun untuk sarana olah raga sepak bola," terang Dustam melalui sambungan telepon.
Dustam menambahkan, lantaran masa bakti karang taruna telah berakhir, direncanakan di bulan depan akan di jaring kembali ketua karang taruna menggantikan yang lama.(*)
