KETIK, SURABAYA – Sebanyak 13 juru parkir (jukir) tak resmi terjaring operasi gabungan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Sat Samapta Polrestabes Surabaya pada Jumat 11 Juli 2025 malam.
Razia gabungan tersebut menyasar kawasan Jalan Tunjungan sebagai respons atas banyaknya keluhan warga terkait penataan parkir.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengevaluasi keberadaan parkir di tepi jalan umum (TJU) sepanjang Jalan Tunjungan. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait kemacetan dan penataan sistem perparkiran di kawasan tersebut.
Pengamat Transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Anak Agung Gde Kartika menyebut parkir liar TJU tidak hanya menghambat arus lalu lintas, akan tetapi juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.
Selain itu dari aspek ekonomi transportasi, adanya parkir TJU juga meningkatkan biaya operasional kendaraan dan potensi kecelakaan. Oleh sebab itu, ia mendorong Pemkot Surabaya untuk menyiapkan lokasi parkir yang lebih representatif, seperti gedung parkir atau area parkir khusus.
Tak hanya itu, Agung juga menyarankan, agar Pemkot Surabaya melakukan tinjauan pengawasan dan teknologi untuk parkir TJU.
Mulai dari pembayaran parkir online, pemasangan sensor di setiap satuan ruang parkir (SRP) atau menggunakan teknologi image processing, dan pembuatan model matematis menggunakan tarif progresif.
Selain itu, ia menambahkan, dari segi aspek finansial, pelarangan parkir tepi jalan, dan membangun fasilitas gedung khusus parkir dapat menjadi alternatif investasi, terutama di kawasan yang terdapat parkir TJU.
“Tentunya ini bisa diwujudkan asalkan didukung dengan kebijakan tarif yang jelas,” paparnya pada Minggu 13 Juli 2025.
Dosen Departemen Teknik Sipil ini mengatakan, penindakan dan penataan TJU perlu dilakukan sebagai langkah untuk mewujudkan tata kelola parkir yang lebih tertib dan modern di Kota Surabaya.
“Secara teknis, slot parkir tepi jalan mengurangi kapasitas jalan dan menimbulkan hambatan sementara atau temporary block terhadap arus lalu lintas. Ini berdampak langsung pada kemacetan, terutama pada jalan sempit atau dekat simpang,” kata Agung.(*)
Pengamat Sebut Jalan Tunjungan Butuh Lokasi Parkir yang Representatif
13 Juli 2025 11:50 13 Jul 2025 11:50
Penertiban parkir liar di Kawasan Jalan Tunjungan Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Trend Terkini
27 Januari 2026 10:09
Dilema Kabel Semrawut, Diskominfo Sleman Pilih Diikat Rapi Ketimbang Tanam Tanah demi Hemat APBD
27 Januari 2026 16:34
Dikawal Langsung Wabup Lathifah, Kabupaten Malang Resmi Jadi Daerah Pilot Project Nasional
29 Januari 2026 21:53
Elpiji 3 Kg Bondowoso Dipastikan Aman, DPRD Bongkar Biang Kerok Kelangkaan
30 Januari 2026 15:30
Panitia Seleksi Umumkan 3 Besar JPT Pratama Brebes, Ini Daftarnya
27 Januari 2026 21:45
Status ASN Bukan Formalitas, DPRD Bondowoso Minta PPPK Dinas BSBK Naikkan Standar Kinerja
Tags:
Jukir jukir Tunjungan Pengamat ITS Dosen ITS Anak Agung Gde Kartika Jalan Tunjungan SurabayaBaca Juga:
Simak Tarif Parkir Insidental Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang, Jukir Nakal Segera Laporkan!Baca Juga:
Viral Tarif Parkir 'Tak Wajar' di Alun-Alun Kota Batu, Dishub Langsung Sisir JukirBaca Juga:
Pastikan Jukir Tak Tersisih, Wali Kota Malang Siapkan Skema Rangkul Jukir di KayutanganBaca Juga:
4 Titik Parkir Kayutangan Heritage Disterilkan, Dishub Kota Malang Cari Mekanisme Tampung Jukir TerdampakBaca Juga:
Jukir Tetap Terfasilitasi, Dishub Kota Malang Ajak Kolaborasi Kelola Gedung Parkir KayutanganBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
