KETIK, BATU – Sebanyak 159 Calon Jemaah Haji asal Kota Batu telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, termasuk jemaah reguler dan jemaah cadangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rachmat, menyebutkan bahwa total 159 calon jemaah telah menyelesaikan kewajiban pembayaran, baik yang masuk kategori jemaah reguler maupun jemaah cadangan.
“Sebanyak 159 calon jemaah haji dari Kota Batu sudah melunasi Bipih untuk musim haji 2026. Jumlah ini mencakup jemaah reguler dan jemaah cadangan,” ujar Basuki, Kamis, 22 Januari 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 129 orang merupakan jemaah reguler murni asal Kota Batu. Seluruh jemaah yang telah melunasi dinyatakan siap secara administrasi, meskipun tidak semuanya dipastikan dapat berangkat pada tahun ini.
“Secara administrasi mereka sudah siap. Namun, khusus jemaah cadangan, keberangkatannya masih menunggu kebijakan serta ketersediaan kuota di tingkat wilayah,” jelasnya.
Basuki menambahkan, terdapat sejumlah jemaah yang terpaksa menunda bahkan batal berangkat karena tidak memenuhi syarat kesehatan atau tidak memiliki pendamping. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang menetapkan sebagian jemaah tidak memenuhi kriteria istithaah.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, ada jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah, seperti menderita TBC aktif, gangguan jantung, hingga demensia. Dua jemaah dari wilayah Sidomulyo dan Banaran dipastikan tidak dapat berangkat karena faktor kesehatan,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan, secara keseluruhan jumlah jemaah haji di wilayah kerja Kemenag yang meliputi Kota Batu, Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon, serta wilayah Kota Malang, cenderung stabil setiap tahun, yakni berkisar antara 210 hingga 214 jemaah.
“Jemaah reguler yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar sejak 2012, dengan pendaftaran terakhir pada 13 November 2012. Sementara jemaah cadangan tercatat hingga 23 Desember 2012,” terangnya.
Dari sisi usia, jemaah tertua tercatat berusia 92 tahun atas nama Kasmani, seorang jemaah perempuan yang masuk kategori lanjut usia dan menjadi prioritas pendampingan. Adapun jamaah termuda berusia 25 tahun. (*)
