KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Anies Rasyid Baswedan dalam agenda Bincang Plano bertajuk "Menavigasi Perencanaan Perkotaan Menuju Keadilan Ruang dan Sosial di Tengah Krisis dan Ketidakpastian” pada Selasa, 10 Maret 2026. Rekam jejaknya dalam memimpin ibu kota dinilai menjadi poin krusial untuk membedah kompleksitas tata kota secara nyata.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Himyar Hayar, menjelaskan bahwa pemilihan Anies didasarkan pada pengalamannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mengingat Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia, pengalaman tersebut dianggap sangat relevan bagi mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
“Dari posternya aja udah terlihat bahwa kita mengundang Pak Anies ini karena beliau pernah menjadi gubernur yang menurut saya Jakarta merupakan kota yang paling kompleks yang ada di Indonesia sehingga menurut saya pengalaman Pak Anies menjadi gubernur ini itu menjadi titik tertinggi dalam sebuah perencanaan,” ujarnya.
Himyar menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah agar mahasiswa dapat memahami praktik perencanaan kota secara langsung di lapangan, melampaui teori yang didapat di dalam kelas.
“Menurut saya dari Pak Anies ini bakal bisa memberikan pengalamannya seperti apa secara nyata di dunia perencanaan kota ini, bagaimana kompleksnya sebuah kota, bagaimana ternyata teori itu kadang tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan,” jelasnya.
Melalui diskusi ini, Himyar berharap mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai problematika perencanaan kota di Indonesia, terutama mengenai fakta bahwa realitas di lapangan sering kali berbeda dengan teori akademis. (*)
