Main Game Seharian Saat Puasa, Bolehkah? Simak Penjelasan Ustadz Muhammad Sibawaihi

11 Maret 2026 01:00 11 Mar 2026 01:00

Thumbnail Main Game Seharian Saat Puasa, Bolehkah? Simak Penjelasan Ustadz Muhammad Sibawaihi

Ustadz Muhammad Sibawaihi Lc, M. Pd (Foto: Tangkapan Layar Facebook @H Muhammad Sibawaihi Lc)

KETIK, JAKARTA – Menghabiskan waktu dengan bermain game saat puasa bisa membuat waktu menahan lapar dan haus tidak terasa.

Entah bermain game di komputer maupun ponsel. Apalagi, zaman sekarang banyak sekali permainan yang tersedia. Tetapi pertanyaannya, apakah boleh dimainkan seharian?

Ustadz Muhammad Sibawaihi menjelaskan hal tersebut melalui kanal Youtube CMCM Channel pada 30 April 2020. Baginya, bermain game saat puasa maupun tidak berpuasa adalah haram apabila meninggalkan waktu shalat dan tidak menghiraukan nasihat orang tua.

”Saking asyiknya bermain game, ia lupa waktu shalat, bahkan ia tidak menaati perintah orang tuanya. Maka inipun hukumnya haram,” ujarnya.

Baginya, harus bijak dalam menyikapi game. Jikalau tujuannya adalah menunggu berbuka dan hanya selingan tak masalah. Apalagi game adalah pengusir rasa bosan yang bisa dimainkan bersama teman. Hal ini justru membuat puasa semakin tidak terasa.

Namun yang harus digarisbawahi, permainan tersebut bukanlah judi (online maupun offline), bukan permainan yang merugikan orang, maupun untuk diri sendiri. Dan apabila permainan tersebut tidak mencakup unsur-unsur buruk yang telah disebutkan, maka boleh-boleh saja memainkannya. Yang terpenting tidak membuat kita lalai akan ibadah dan kewajiban lain.

Bagaimana gamenya ketangkasan, dan segala macam. Maka sebenarnya ini boleh-boleh saja, asalkan tidak mengambil ulumul waktiyyah, waktu yang banyak. Sebagian waktu besar di bulan ramadan seperti siang dan malam. Karena waktu-waktu ini mulia sekali untuk kita menunaikan ibadah,” ujar pria 44 tahun tersebut.

Pria kelahiran Amuntai tersebut bertanya-tanya, mengapa di bulan suci dan penuh rahmat ini justru waktunya dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal, ini adalah momentum untuk “merayu” tuhan. (*)

Tombol Google News

Tags:

#ustadz muhammad sibawaihi Kalimantan Selatan Banjar martapura Ramadhan 2026 Bermain Game puasa surabaya