KETIK, MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Forkopimda memantau perayaan tahun baru 2026. Di akhir sesi pemantauannya, Wahyu menyempatkan untuk melipir ke Pasar Talun yang ada di dalam Kampung Kayutangan Heritage.
Wahyu menjelaskan Pasar Talun menjadi daya tarik baru untuk destinasi wisata di Kota Malang. Pasar Talun juga menjadi inovasi warga agar wisatawan tak hanya padat di area koridor namun juga di dalam kampung.
"Pasar Talun ini memang daya tarik sendiri karena heritagenya dari Kayutangan ini ada di dalam," ujar Wahyu, Rabu 31 Desember 2025.
Wahyu menjelaskan saat pagi pasar tersebut dimanfaatkan oleh warga sebagai pasar tradisional. Malam harinya, beralih menjadi pasar yang menjajakan beragam kuliner dari warga setempat.
"Dari warga sekitar kalau pagi sampai siang itu jual sayur-mayur, seperti pasar krempyeng. Tapi malam digunakan untuk model kuliner-kuliner khas Malang. Kita juga bisa sambil duduk-duduk ala kafe," katanya.
Melalui Pasar Talun, Wahyu berharap dapat semakin banyak pengunjung yang mengenal Kampung Kayutangan Heritage. Pemkot Malang pun berkomitmen mendukung perkembangan kampung sebagai tujuan wisata potensial.
"Saya beberapa kali ke sini, kita punya satu tampilan ataupun jenis tujuan wisata yang berbeda lagi, model seperti Pasar Talun. Ini adalah jantung hati Kayutangan, ada di sini," tegasnya.
Selain itu Wahyu juga memantau kepadatan arus lalu lintas. Ia telah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan konvoi di sepanjang jalan demi kondusifitas.
"Di Kayutangan ini padat. Rata-rata dari luar kota. Tapi sampai dengan saat ini, semua terkendali. Ada beberapa tadi seperti musik, PKL, parkir yang semrawut, jadi bahan evaluasi," tutupnya. (*)
