KETIK, PACITAN – Kabupaten Pacitan mulai melirik pengelolaan wisata rafting dan goa sebagai bagian dari strategi penganekaragaman destinasi.
Langkah ini dibidik untuk mendongkrak kunjungan wisatawan pada 2026.
Salah satu potensi yang baru-baru ini dijajaki adalah calon wisata rafting berada di Desa Bomo, Kecamatan Punung.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan tenaga ahli dari Malang sempat didatangkan untuk melakukan assessment kelayakan sungai.
"Kemarin kita kerja sama dengan Pemdes Bomo, kita datangkan ahli dari Malang yang dulu menginisiasi rafting di Pujon, rafting di Songa dan sebagainya," ujar Munirul kepada Ketik.com, baru-baru ini.
Hasil assessment menunjukkan sungai di Desa Bomo dinilai layak untuk arung jeram. Namun, debit air saat musim kemarau masih menjadi pertimbangan.
"Hasil assessment amat sangat layak, cuman nanti di musim kemarau kita belum tau debit airnya seberapa. Jadi sementara skenario kalau musim hujan bisa kita pakai rafting," ungkapnya.
Selain rafting, potensi wisata goa juga menjadi fokus pengembangan. Berdasarkan data komunitas pecinta goa, terdapat sekitar 1.600 goa di Pacitan yang telah terpetakan dan pernah dijelajahi.
"Saya ngobrol dengan teman-teman asosiasi pecinta goa, itu ada 1.600 goa. Mungkin nanti yang juga bisa dikelola. Monggo sumbangsih saran pemikiran dari semua elemen masyarakat, karena itu memang sudah terpetakan dan dicoba oleh komunitas," katanya.
Munirul menyampaikan, keberagaman destinasi menjadi kunci agar wisatawan memiliki banyak pilihan saat berkunjung ke Pacitan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
"Kita tidak usah muluk-muluk, yang penting keberagaman destinasi wisata di Pacitan itu ada. Jadi masyarakat atau wisatawan ke sini banyak pilihannya. Harapan terbesar bagaimana ekonomi masyarakat itu berputar," ujarnya.
Pada 2026, Pemkab Pacitan menargetkan kunjungan wisatawan lebih dari 1,5 juta orang dengan proyeksi Pendapatan Asli Daerah sektor pariwisata sebesar Rp11 miliar.
"Target kami sederhana, bagaimana destinasi wisata yang ada kita kelola dengan baik, layak, wisatawan ke sini tidak bosan, ada kenangan dan banyak pilihan," katanya menutup.(*)
