KETIK, PACITAN – Pengalaman menjalani operasi acapkali membuat cemas keluarga pasien.
Namun hal itu tidak sepenuhnya dirasakan Widodo (50), warga Dusun Tambakan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pacitan saat mendampingi ibunya berobat di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan.
Ibunya, Jemi (70), baru saja menjalani operasi sekitar satu minggu lalu di Poli Bedah RSUD karena sakit batu empedu menahun yang di deritanya.
Sebelumnya, ibu Jumi merasakan sakit terus-menerus di perut kanan atas yang menjalar ke punggung dan bahu.
Kini kondisinya berangsur membaik dan tengah menjalani kontrol pertama.
Syukur Widodo, utamanya adalah karena operasi ibunya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Yang penting ibu saya bisa ditangani dengan baik dan sekarang kondisinya membaik. Ini juga berkat tenaga medis yang sudah berupaya,” ," ucap Widodo mendampingi ibunya di RSUD Pacitan kepada Ketik.com, Kamis, 9 April 2026..

Ia menceritakan, sejak awal masuk hingga proses operasi berlangsung, penanganan berjalan cukup lancar.
Pelayanan yang diterima dinilai baik dan responsif.
“Pelayanannya ya bagus, penanganannya juga,” katanya.
Widodo juga menilai sikap dokter yang menangani ibunya cukup santun, sehingga membuat keluarga merasa lebih tenang selama proses pengobatan berlangsung.
“Dokternya ramah, bagus juga. Perawatan juga bagus, kamar juga bagus,” imbuhnya.
Selama menjalani perawatan, Jemi menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Widodo pun mengaku terbantu karena tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, tanpa merasakan adanya perbedaan pelayanan.
“Alhamdulillah gratis, pelayanannya juga tidak ada perbedaan,” ucapnya.
Saat ini, Jemi menjalani kontrol pasca operasi untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Jika tidak ada keluhan lanjutan, kontrol tersebut menjadi yang terakhir.
Widodo berharap kondisi ibunya terus membaik dan tidak perlu menjalani perawatan lanjutan.
Pengalaman serupa disampaikan Sugi (44), warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, yang mengantar ayahnya, Katman (68), berobat di Poli Paru karena asma.
“Sampun sae (sudah baik),” ujarnya singkat saat ditanya pelayanan di RSUD Pacitan.
Sebagai pengguna BPJS, Sugi juga menilai pelayanan yang diberikan tidak dibedakan.
Terkait adanya antrean, ia memahami adanya hal tersebut dikarenakan tingginya jumlah kunjungan.
“Kalau antri ya lumrah juga, karena banyak,” jelasnya.
Ia pun tidak mempermasalahkan waktu tunggu selama pelayanan dilakukan secara teliti oleh tenaga medis.
“Enggak juga (mengeluh), karena dokter harus menyelesaikan pasien satu-satu dan dicek betul. Kami memahami, di tempat praktek atau klinik swasta saja juga butuh antre,” pungkasnya.(*)
