Beri Kuliah Umum untuk 2.000 Mahasiswa UIN

Mendukbangga Wihaji Tekankan Pentingnya Keluarga dalam Menyiapkan SDM Indonesia Emas 2045

9 April 2026 22:20 9 Apr 2026 22:20

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mendukbangga Wihaji Tekankan Pentingnya Keluarga dalam Menyiapkan SDM Indonesia Emas 2045

Mendukbangga Wihaji saat kuliah umum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (9/4/26).(Foto: BKKBN)

KETIK, BANDUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar kuliah umum bertema “Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045”, Kamis, 9 April 2026.

Kegiatan yang digelar secara hybrid di Aula Anwar Musaddad tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, penyuluh KB, serta mitra Program Bangga Kencana.

Kuliah umum menghadirkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, Wihaji menegaskan pembangunan keluarga harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka investasinya harus dimulai dari keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Wihaji.

Menurutnya, saat ini terdapat 74.092.313 keluarga Indonesia yang menjadi tanggung jawab bersama pemerintah untuk diperkuat dan disejahterakan.

Karena itu, Kemendukbangga memfokuskan berbagai program pada penguatan kualitas keluarga, pencegahan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penguatan kepemimpinan keluarga, dinamika pernikahan, lansia berdaya, hingga layanan keluarga berbasis hukum dan nilai keagamaan.

Wihaji juga menegaskan Kemendukbangga siap mendukung delapan program prioritas Presiden melalui pembangunan keluarga dan kependudukan.

Ia mengingatkan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia tidak otomatis menjadi keuntungan apabila tidak disiapkan dengan baik.

“Bonus demografi hanya akan menjadi peluang jika kita mampu meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan inovasi. Jika tidak, justru bisa berubah menjadi beban dan memicu pengangguran serta persoalan ekonomi,” pesannya.

Karena itu, ia mengajak perguruan tinggi untuk ikut mengambil peran dalam menyiapkan generasi yang unggul dan berkualitas.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar menyampaikan, isu kependudukan dan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, Al-Qur’an memberi perhatian besar terhadap keluarga sebagai fondasi kehidupan manusia.

“Keluarga dan kependudukan merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Karena itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung siap bersinergi dengan pemerintah untuk menyukseskan program pembangunan keluarga dan kependudukan,” ujar Rosihon.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fauzan Ali Rasyid, menilai penguatan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga sangat relevan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di fakultasnya.

Menurut Fauzan, kajian hukum keluarga memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Kemendukbangga.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas.

Melalui kerja sama itu, UIN dan Kemendukbangga diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi dan kuliah umum, tetapi juga menghadirkan langkah nyata dalam membangun generasi unggul sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.(*)

Tombol Google News

Tags:

mendukbangga Kemendukbangga wihaji BKKBN BKKBN Jabar keluarga UIN Bandung