KETIK, PALEMBANG – Seekor macan dahan menggegerkan warga Desa Talang Berangin, Kelurahan Bandar Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, setelah terlihat berada di area permukiman warga.
Kejadian tersebut sempat direkam warga menggunakan telepon seluler dan dengan cepat menyebar di media sosial. Keberadaan satwa dilindungi itu pertama kali diketahui saat sejumlah warga mencari kucing peliharaan yang dilaporkan hilang.
Saat memeriksa bagian bawah mobil milik salah satu tetangga, warga justru menemukan seekor macan dahan yang sedang bersembunyi. Temuan itu sontak memicu kepanikan karena lokasi berada di tengah permukiman padat penduduk.
Situasi semakin menegangkan ketika macan dahan keluar dari kolong mobil dan berlari menuju teras salah satu rumah warga. Warga yang berada di sekitar lokasi berteriak panik dan menjaga jarak karena khawatir terjadi serangan.
Perangkat desa kemudian berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk melakukan penanganan. Petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam dan sempat mengalami kendala. Kondisi lokasi yang terbuka serta banyaknya warga yang mendekat membuat macan dahan beberapa kali lolos dari kepungan petugas.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumatera Selatan, Yusmono, mengatakan kepadatan warga di sekitar lokasi membuat hewan tersebut semakin stres.
“Petugas berupaya mengepung agar macan bisa masuk ke kandang. Namun karena banyak warga yang mendekat, hewan tersebut sempat lolos sebelum akhirnya berhasil diamankan,” ujar Yusmono, Jumat, 6 Februari 2026.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumatera Selatan, Yusmono, saat diwawancarai, Jumat 6 Februari 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)
Setelah melalui proses pengejaran, macan dahan akhirnya berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam kandang evakuasi tanpa menimbulkan korban jiwa. Satwa tersebut kemudian dibawa ke Kantor BKSDA Sumatera Selatan di Palembang untuk menjalani perawatan medis karena mengalami luka saat proses penangkapan.
“Keterbatasan peralatan di daerah membuat perawatan harus dilakukan di Palembang. Setelah kondisinya pulih, macan dahan ini akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata Yusmono.
Ia juga menyebut terdapat kemungkinan macan dahan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari alam liar. Hal itu terlihat dari perilaku hewan yang relatif jinak dan tidak menunjukkan agresivitas terhadap manusia.
“Lokasinya jauh dari kawasan hutan dan hewannya tidak menyerang. Ada kemungkinan pernah dipelihara sebelum akhirnya lepas,” pungkasnya.(*)
